Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan, Disambut Yel-yel hingga Tari Kecak dari Siswa
Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan, Disambut Yel-yel hingga Tari Kecak dari Siswa

Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan, Disambut Yel-yel hingga Tari Kecak dari Siswa

LintasWarganet.com – 07 Juni 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan kunjungan resmi ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 yang terletak di Kabupaten Tabanan, Bali, pada Minggu, 7 Juni 2026. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian agenda presiden untuk meninjau kondisi pendidikan di daerah-daerah terpencil serta memperkuat hubungan antara pemerintah pusat dengan komunitas lokal.

Sesampainya di halaman depan sekolah, Prabowo disambut dengan sorak sorai, yel-yel, dan tarian tradisional Kecak yang dipersembahkan oleh para siswa. Tarian Kecak, yang biasanya dipentaskan dalam upacara keagamaan atau acara budaya, dipadukan dengan irama modern sehingga menciptakan suasana yang meriah dan penuh semangat kebangsaan.

Dalam sambutan singkatnya, Presiden menekankan pentingnya peran pendidikan sebagai fondasi pembangunan nasional. Ia menyampaikan apresiasi atas dedikasi tenaga pengajar di SRMP 17 serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung peningkatan mutu pembelajaran, terutama di wilayah yang masih menghadapi tantangan geografis dan sumber daya.

Guru-guru dan kepala sekolah menyambut baik kehadiran Presiden dengan harapan kebijakan yang lebih berpihak pada peningkatan fasilitas belajar, pelatihan guru, serta penyediaan materi ajar yang relevan dengan kebutuhan era digital. Beberapa siswa juga mengungkapkan kebanggaan mereka dapat menampilkan Kecak di hadapan tokoh nasional, sekaligus menyampaikan aspirasi untuk mendapatkan lebih banyak kegiatan ekstrakurikuler yang mengangkat budaya lokal.

Kunjungan ini dipandang sebagai sinyal positif bahwa pemerintah berkomitmen meninjau secara langsung kondisi lapangan, tidak hanya melalui data statistik. Diharapkan, hasil evaluasi di SRMP 17 dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di Bali dan seluruh Indonesia dalam mengintegrasikan nilai budaya dengan standar pendidikan modern.