LintasWarganet.com – 09 April 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan harapannya bahwa pada tahun 2028 Indonesia dapat memulai produksi massal sedan listrik yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers Kementerian Perindustrian sekaligus penyerahan dokumen rencana aksi Nasional Mobil Listrik (NML).
Prabowo menekankan bahwa target produksi massal tidak hanya sekadar meningkatkan jumlah kendaraan listrik di jalan, melainkan juga menjadi pendorong utama pengembangan industri otomotif nasional, penciptaan lapangan kerja, dan pengurangan ketergantungan impor bahan bakar fosil.
Berikut rangkaian langkah strategis yang direncanakan pemerintah hingga 2028:
- 2024‑2025: Penyelesaian fase riset dan pengembangan prototipe sedan listrik bersama konsorsium produsen lokal dan asing.
- 2026: Pembukaan pabrik perakitan pertama dengan kapasitas produksi 50.000 unit per tahun, dilengkapi lini perakitan baterai.
- 2027: Pengembangan jaringan pengisian daya publik yang menargetkan 5.000 titik di seluruh Indonesia.
- 2028: Peluncuran produksi massal sedan listrik dengan kapasitas tahunan mencapai 200.000 unit.
Untuk mempercepat pencapaian tersebut, pemerintah mengeluarkan serangkaian kebijakan insentif, antara lain pembebasan bea masuk untuk komponen baterai, kredit pajak bagi produsen yang mengadopsi teknologi ramah lingkungan, serta subsidi pembelian kendaraan listrik bagi konsumen akhir.
| Tahun | Target |
|---|---|
| 2024 | Riset & prototipe sedan listrik |
| 2025 | Pembentukan konsorsium industri |
| 2026 | Operasional pabrik perakitan pertama |
| 2027 | Jaringan pengisian daya 5.000 titik |
| 2028 | Produksi massal 200.000 unit sedan listrik |
Para pelaku industri menilai target ini ambisius namun dapat dicapai bila kolaborasi antara pemerintah, OEM (Original Equipment Manufacturer), dan pemasok komponen berjalan efektif. Salah satu produsen otomotif nasional mengungkapkan kesiapan mereka untuk berinvestasi pada lini produksi baterai dalam negeri, sementara perusahaan teknologi mengincar peluang pengembangan sistem manajemen energi yang terintegrasi.
Jika target tercapai, Indonesia berpeluang menjadi salah satu pemain utama di kawasan Asia Tenggara dalam pasar mobil listrik, sekaligus memperkuat agenda transisi energi bersih yang sejalan dengan komitmen pada Perjanjian Paris.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet