LintasWarganet.com – 24 Juni 2026 | Dalam sebuah acara publik, Ketua Komisi IV DPR RI, Prabowo Subianto, menyoroti penolakan luas terhadap program Makanan Berbasis Gizi (MBG) yang baru diluncurkan pemerintah. Prabowo menanyakan secara langsung kepada para petani serta orang tua tentang apakah mereka merasa program tersebut memang diperlukan bagi kesejahteraan anak‑anak Indonesia.
Berikut beberapa poin utama yang diangkat Prabowo dalam diskusi tersebut:
- Penolakan program MBG berasal dari kekhawatiran petani mengenai perubahan pola tanam dan potensi penurunan pendapatan.
- Orang tua mengkhawatirkan bahwa makanan yang disediakan tidak selalu sesuai dengan selera atau kebiasaan makan anak.
- Prabowo menekankan perlunya integrasi antara kebijakan gizi dengan kebijakan pertanian untuk menciptakan rantai pasok yang berkelanjutan.
- Urgensi peningkatan asupan gizi pada anak usia dini sebagai langkah preventif mengurangi beban kesehatan nasional.
Data terkini menunjukkan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan signifikan dalam mengatasi kelaparan dan kekurangan gizi. Berikut tabel ringkas yang menggambarkan situasi tersebut:
| Tahun | Persentase Anak di Bawah 5 Tahun yang Stunting | Persentase Penduduk dengan Gizi Buruk |
|---|---|---|
| 2021 | 30,7% | 13,5% |
| 2022 | 29,9% | 12,8% |
| 2023 (perkiraan) | 28,5% | 12,2% |
Prabowo menutup pernyataannya dengan mengajak semua pemangku kepentingan—dari pemerintah, petani, hingga orang tua—untuk bersama‑sama menilai kebutuhan riil anak‑anak Indonesia, serta memastikan bahwa setiap kebijakan pangan yang dikeluarkan berdasar pada data lapangan dan bukan sekadar asumsi.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet