Prabowo Sebut 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah, Punya Teknologi Buatan Sendiri
Prabowo Sebut 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah, Punya Teknologi Buatan Sendiri

Prabowo Sebut 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah, Punya Teknologi Buatan Sendiri

LintasWarganet.com – 09 April 2026 | Presiden Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa permasalahan sampah di Indonesia dapat diatasi dalam jangka waktu dua hingga tiga tahun ke depan. Ia menyebutkan bahwa pemerintah telah mengembangkan teknologi pengolahan sampah yang sepenuhnya dibuat di dalam negeri, sehingga tidak bergantung pada solusi impor.

  • Pengumpulan terpusat: Memperkuat jaringan pengelola sampah daerah dengan sistem digital yang memantau volume dan jenis sampah secara real‑time.
  • Pemilahan otomatis: Menggunakan robotik dan sensor AI untuk memisahkan sampah organik dan anorganik, sekaligus mengidentifikasi material yang dapat didaur ulang.
  • Konversi energi: Mengubah sampah non‑dapat didaur ulang menjadi bahan bakar cair (bio‑fuel) atau listrik melalui proses pirolisis dan gasifikasi.

Prabowo menambahkan bahwa implementasi teknologi ini telah diuji coba di beberapa provinsi, termasuk Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Timur. Hasil pilot menunjukkan penurunan volume sampah di lokasi percobaan sebesar 30–45 persen dalam kurun waktu satu tahun.

Berikut tabel ringkas hasil pilot di tiga wilayah:

Wilayah Penurunan Volume Sampah (%) Teknologi Utama
Jawa Barat 42 Robotik Pemilahan AI
Sulawesi Selatan 35 Pirolisis Skala Menengah
Kalimantan Timur 30 Gasifikasi Modular

Selain aspek teknis, Prabowo menekankan pentingnya peran serta masyarakat melalui edukasi dan program insentif. Pemerintah berencana meluncurkan kampanye nasional “Bebas Sampah 2029” yang akan mengajak warga untuk memisahkan sampah di sumber, serta memberikan penghargaan bagi komunitas yang berhasil menurunkan sampah rumah tangga secara signifikan.

Reaksi dari kalangan lingkungan dan industri menunjukkan dukungan yang cukup luas, meski beberapa pihak mengingatkan perlunya regulasi yang jelas dan pendanaan berkelanjutan. Menurut para ahli, keberhasilan target tiga tahun sangat bergantung pada koordinasi lintas sektoral antara kementerian, pemerintah daerah, dan pelaku bisnis.

Jika rencana ini berjalan sesuai jadwal, Indonesia diharapkan dapat menurunkan total sampah kota besar hingga 70 persen pada tahun 2027, sekaligus memanfaatkan sampah sebagai sumber energi terbarukan. Hal ini tidak hanya akan mengurangi beban lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi hijau baru bagi jutaan tenaga kerja.