Prabowo Sampaikan Permohonan Maaf atas Keterlambatan Penerimaan Surat Kepercayaan 8 Dubes
Prabowo Sampaikan Permohonan Maaf atas Keterlambatan Penerimaan Surat Kepercayaan 8 Dubes

Prabowo Sampaikan Permohonan Maaf atas Keterlambatan Penerimaan Surat Kepercayaan 8 Dubes

LintasWarganet.com – 09 Juni 2026 | JAKARTA – Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto, menyampaikan permohonan maaf publik atas keterlambatan dalam proses penerimaan Surat Kepercayaan bagi delapan calon Duta Besar yang telah ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo. Dalam sebuah pernyataan resmi yang disampaikan di Istana Merdeka, Prabowo mengakui bahwa jadwalnya yang padat menjadi faktor utama yang menyebabkan penundaan tersebut.

Surat Kepercayaan merupakan dokumen resmi yang menandakan persetujuan Presiden terhadap penunjukan Duta Besar, dan diperlukan sebelum calon diplomat dapat menjalani proses serah terima tugas di luar negeri. Delapan penunjukan yang mengalami keterlambatan meliputi posisi Duta Besar di negara-negara strategis, antara lain di Amerika Serikat, Jepang, dan Uni Emirat Arab.

Alasan keterlambatan

Prabowo menjelaskan bahwa pada minggu terakhir sebelum penandatanganan, ia harus menghadiri serangkaian pertemuan penting baik di dalam negeri maupun di luar negeri, termasuk rapat koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri serta kunjungan ke wilayah pemilihannya. Karena itu, waktu yang tersedia untuk meninjau dan menandatangani dokumen menjadi sangat terbatas.

Reaksi pihak terkait

Menanggapi pernyataan tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri menegaskan bahwa proses penerbitan Surat Kepercayaan tetap mengacu pada prosedur administratif yang telah ditetapkan, dan tidak ada hambatan struktural yang menghalangi penunjukan.

Beberapa kalangan politik menilai permohonan maaf Prabowo sebagai langkah tepat untuk menjaga kepercayaan publik dan memastikan kelancaran diplomasi Indonesia di masa mendatang.

Prabowo menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmennya untuk mempercepat proses administratif yang masih tertunda dan memastikan bahwa delapan calon Duta Besar tersebut dapat segera menunaikan tugasnya di negara tujuannya.