Prabowo Sampaikan Kerangka Ekonomi 2027 di DPR, Tekankan Rakyat Tak Memimpikan Kekayaan Melainkan Kesejahteraan
Prabowo Sampaikan Kerangka Ekonomi 2027 di DPR, Tekankan Rakyat Tak Memimpikan Kekayaan Melainkan Kesejahteraan

Prabowo Sampaikan Kerangka Ekonomi 2027 di DPR, Tekankan Rakyat Tak Memimpikan Kekayaan Melainkan Kesejahteraan

LintasWarganet.com – 20 Mei 2026 | Joko Widodo? No. Actually Prabowo Subianto, Ketua Umum Gerindra, menyampaikan kerangka ekonomi jangka panjang 2027 di hadapan Dewan Perwakilan Rakyat pada Senin (26/05/2020).

Dalam paparan tersebut, Prabowo menegaskan bahwa aspirasi utama rakyat Indonesia bukanlah menggapai kekayaan melimpah, melainkan memastikan kehidupan yang layak, aman, dan berkelanjutan setiap hari.

Kerangka ekonomi yang dipaparkan mencakup enam pilar utama:

  • Peningkatan produktivitas sektor pertanian dan perikanan.
  • Pengembangan industri manufaktur berbasis teknologi tinggi.
  • Reformasi regulasi untuk menarik investasi asing langsung.
  • Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan.
  • Pembangunan infrastruktur yang merata di seluruh wilayah Indonesia.
  • Pemerataan kesejahteraan sosial melalui program jaminan kesehatan dan pensiun.

Prabowo menambahkan bahwa kebijakan ekonomi harus berlandaskan pada prinsip keadilan sosial, di mana pertumbuhan ekonomi tidak hanya diukur dari Produk Domestik Bruto (PDB), tetapi juga dari penurunan kemiskinan, peningkatan indeks kualitas hidup, dan keamanan pangan.

Beberapa anggota DPR menyambut baik usulan tersebut, meski menilai bahwa implementasi membutuhkan sinergi lintas kementerian dan dukungan anggaran yang signifikan. Sementara pihak oposisi menyoroti perlunya transparansi dalam alokasi dana serta pengawasan independen untuk mencegah korupsi.

Para analis ekonomi memperkirakan bahwa jika kerangka 2027 dapat dijalankan secara konsisten, Indonesia berpotensi meningkatkan pertumbuhan tahunan menjadi 5‑6% dan menurunkan tingkat kemiskinan di bawah 5% pada akhir dekade.

Prabowo menutup presentasinya dengan mengingatkan bahwa pemerintah harus selalu menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas utama, bukan sekadar target angka ekonomi semata.