LintasWarganet.com – 24 Juni 2026 | Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa petani dan nelayan merupakan tulang punggung Republik Indonesia yang tak tergantikan. Dalam sambutan pada acara puncak Pekan Nasional Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) XVII di Gorontalo, ia menambahkan bahwa keberhasilan bangsa sangat bergantung pada kesejahteraan sektor pertanian dan perikanan.
Acara yang dihadiri oleh ribuan petani, nelayan, serta pejabat pemerintah daerah tersebut menjadi ajang untuk meninjau capaian program pemerintah serta mendengarkan aspirasi langsung dari lapangan. Prabowo menyoroti bahwa sektor pertanian menyumbang sekitar 13% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyiapkan 30% tenaga kerja nasional, sementara sektor perikanan memberi kontribusi 5% PDB dan menampung jutaan pekerja di pesisir.
Komitmen Pemerintah
Presiden mengungkapkan beberapa prioritas kebijakan yang akan dipercepat:
- Peningkatan infrastruktur irigasi dan jalan desa.
- Pengembangan teknologi pertanian berkelanjutan, termasuk penggunaan pupuk organik dan bibit unggul.
- Penguatan akses pasar melalui digitalisasi dan kemitraan dengan sektor swasta.
- Program subsidi bahan bakar dan peralatan penangkapan ikan yang lebih tepat sasaran.
- Peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan bagi petani serta nelayan.
Selain itu, Prabowo menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan dunia usaha untuk menciptakan rantai nilai yang lebih efisien.
Data Produksi Utama
| Komoditas | Produksi (juta ton) |
|---|---|
| Padi | 57,2 |
| Kedelai | 7,5 |
| Kopi | 1,1 |
| Ikan laut | 6,8 |
| Udang | 1,3 |
Data di atas menunjukkan kontribusi signifikan sektor pertanian dan perikanan terhadap ketahanan pangan serta ekspor. Presiden menutup pidatonya dengan harapan seluruh elemen bangsa dapat bersama‑sama mengoptimalkan potensi tersebut demi kemakmuran Indonesia.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet