Prabowo Perintahkan KAI Percepat Inventarisasi Permukiman Bantaran Rel dan Cari Solusi Hunian Layak
Prabowo Perintahkan KAI Percepat Inventarisasi Permukiman Bantaran Rel dan Cari Solusi Hunian Layak

Prabowo Perintahkan KAI Percepat Inventarisasi Permukiman Bantaran Rel dan Cari Solusi Hunian Layak

LintasWarganet.com – 27 Maret 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam rapat koordinasi pembangunan infrastruktur, menekankan pentingnya percepatan inventarisasi permukiman yang berada di tepi rel kereta api. Ia menugaskan PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk menyelesaikan proses tersebut dalam waktu singkat.

Inventarisasi ini bertujuan mengidentifikasi jumlah dan kondisi rumah warga yang berada di zona rawan, sekaligus menilai risiko keselamatan serta dampak sosial ekonomi yang timbul. Menurut data internal KAI, diperkirakan terdapat lebih dari 30.000 unit rumah yang terletak kurang dari 10 meter dari rel di seluruh wilayah Indonesia.

Langkah-langkah yang direncanakan meliputi:

  • Pemetaan geospasial menggunakan teknologi GPS dan citra satelit.
  • Survei lapangan oleh tim gabungan KAI, Dinas Perumahan dan Permukiman, serta Badan Penanggulangan Bencana.
  • Penyusunan basis data terintegrasi yang dapat diakses oleh kementerian terkait.

Setelah data terkumpul, pemerintah akan mengembangkan program relokasi dan perbaikan hunian yang memenuhi standar layak huni. Beberapa alternatif solusi yang sedang dipertimbangkan antara lain:

  1. Pembangunan perumahan baru di daerah yang tidak mengganggu jaringan kereta.
  2. Renovasi dan penguatan struktur rumah yang berada di zona aman.
  3. Pemberian bantuan finansial atau tukar menukar lahan kepada warga.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa keselamatan publik dan kesejahteraan warga menjadi prioritas utama, serta menambahkan bahwa KAI harus berkoordinasi erat dengan pemerintah daerah untuk memastikan proses relokasi berjalan adil dan transparan.

Jika berhasil, langkah ini diharapkan tidak hanya mengurangi risiko kecelakaan rel, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup ribuan keluarga yang selama ini tinggal di pinggir rel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *