Prabowo Perintahkan Investigasi Kecelakaan KRL vs KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur
Prabowo Perintahkan Investigasi Kecelakaan KRL vs KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur

Prabowo Perintahkan Investigasi Kecelakaan KRL vs KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur

LintasWarganet.com – 28 April 2026 | Pada Jumat, 26 April 2024, terjadi tabrakan antara kereta listrik komuter (KRL) dan kereta api jarak jauh KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur. Insiden tersebut menimbulkan kerusakan pada kedua rangkaian kereta serta menimbulkan kepanikan penumpang, meskipun tidak ada laporan korban jiwa yang signifikan.

Menanggapi kejadian tersebut, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengeluarkan perintah resmi untuk membentuk tim investigasi gabungan yang melibatkan Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Badan Pengawas Transportasi, serta pihak kepolisian. Tim tersebut diharapkan menyelesaikan penyelidikan dalam jangka waktu dua minggu dengan fokus pada:

  • Analisis penyebab teknis sinyal dan kegagalan sistem kontrol.
  • Penilaian prosedur operasional kereta KRL dan KA jarak jauh pada titik persimpangan.
  • Identifikasi potensi kelalaian manusia dan pelatihan personel.
  • Rekomendasi perbaikan infrastruktur dan kebijakan keselamatan.

Prabowo menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam proses penyelidikan, serta menuntut agar hasilnya dipublikasikan kepada publik untuk mencegah terulangnya insiden serupa. Ia juga menyatakan kesiapan pemerintah untuk menindak tegas pihak yang terbukti lalai atau menyalahgunakan wewenang.

Insiden ini menambah daftar kecelakaan kereta yang menyoroti tantangan keselamatan transportasi kereta api di Indonesia, khususnya pada persimpangan antara jaringan komuter kota dan jalur lintas negara. Pengamat transportasi mengingatkan bahwa pertumbuhan penumpang kereta yang pesat memaksa otoritas untuk mempercepat modernisasi sinyal, peningkatan prosedur operasional, serta pengawasan yang lebih ketat.

Selama ini, pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah mengumumkan rencana upgrade sistem sinyal otomatis (CBTC) di jaringan KRL, serta penambahan jalur ganda pada rute-rute strategis. Namun, implementasi masih berada pada tahap percobaan di beberapa koridor, sehingga risiko konflik jalur masih tinggi.

Dengan arahan Prabowo, diharapkan investigasi tidak hanya menemukan penyebab teknis, tetapi juga menghasilkan rekomendasi kebijakan yang dapat meningkatkan standar keselamatan secara menyeluruh, melindungi ribuan penumpang harian yang bergantung pada layanan kereta api.