Prabowo Pasang Defisit APBN 2027 Maksimal 2,4% Terhadap PDB, Sebut APBN Alat Perjuangan Bangsa
Prabowo Pasang Defisit APBN 2027 Maksimal 2,4% Terhadap PDB, Sebut APBN Alat Perjuangan Bangsa

Prabowo Pasang Defisit APBN 2027 Maksimal 2,4% Terhadap PDB, Sebut APBN Alat Perjuangan Bangsa

LintasWarganet.com – 20 Mei 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah mengumumkan target defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk tahun anggaran 2027 tidak melebihi 2,4% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Keputusan ini menjadi bagian dari rangkaian kebijakan fiskal yang diarahkan untuk menyeimbangkan antara kebutuhan pendanaan pemerintah dan kemampuan ekonomi nasional.

Berikut adalah rangkuman prioritas utama dalam APBN 2027:

  • Peningkatan penerimaan pajak melalui reformasi perpajakan dan penguatan basis pajak.
  • Pengembangan sektor industri dan pertanian untuk meningkatkan ekspor.
  • Investasi besar‑besar di infrastruktur transportasi, energi, dan digitalisasi.
  • Pembiayaan program kesejahteraan sosial yang menargetkan pengentasan kemiskinan.
  • Peningkatan anggaran pertahanan sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan negara.

Prabowo menegaskan bahwa APBN bukan sekadar dokumen keuangan, melainkan “alat perjuangan bangsa“. Dengan kata lain, anggaran negara diharapkan menjadi instrumen yang mendorong pertumbuhan inklusif, memperkuat kemandirian ekonomi, dan meningkatkan kualitas hidup seluruh rakyat Indonesia.

Target defisit maksimal 2,4% tersebut berada di bawah ambang batas yang biasanya dianggap aman oleh lembaga keuangan internasional, sehingga diharapkan tidak menimbulkan tekanan signifikan pada nilai tukar rupiah maupun suku bunga. Namun, pencapaian target tersebut memerlukan disiplin fiskal yang ketat serta peningkatan efisiensi dalam penggunaan anggaran.