Prabowo Panggil Pejabat Aktif dan Mantan Era SBY Bahas Kebijakan Ekonomi serta Devisa Ekspor untuk Stabilkan Rupiah
Prabowo Panggil Pejabat Aktif dan Mantan Era SBY Bahas Kebijakan Ekonomi serta Devisa Ekspor untuk Stabilkan Rupiah

Prabowo Panggil Pejabat Aktif dan Mantan Era SBY Bahas Kebijakan Ekonomi serta Devisa Ekspor untuk Stabilkan Rupiah

LintasWarganet.com – 23 Mei 2026 | Presiden calon Prabowo Subianto menggelar pertemuan khusus di Jakarta, mengundang pejabat aktif serta mantan pejabat era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk membahas tantangan ekonomi nasional dan upaya menstabilkan nilai tukar rupiah.

Pertemuan yang berlangsung pada 26 Mei 2023 ini melibatkan Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, serta mantan Menteri Perdagangan dan mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Diskusi difokuskan pada tiga pilar utama: kebijakan fiskal, strategi devisa ekspor, dan langkah-langkah penyangga nilai tukar.

  • Kebijakan Fiskal: Peninjauan kembali belanja pemerintah, optimalisasi penerimaan pajak, serta penguatan program infrastruktur yang dapat meningkatkan daya saing ekspor.
  • Devisa Ekspor: Pengembangan skema insentif bagi perusahaan yang mengekspor produk bernilai tinggi, termasuk pemanfaatan fasilitas kredit ekspor dan penjaminan devisa.
  • Stabilisasi Rupiah: Koordinasi antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan dalam intervensi pasar valuta asing, serta penyusunan cadangan devisa yang lebih fleksibel.

Berbagai usulan konkret muncul, antara lain:

Usulan Deskripsi
Penetapan target ekspor non‑migas Mendorong diversifikasi ekspor ke sektor manufaktur dan teknologi untuk mengurangi ketergantungan pada komoditas.
Peningkatan suku bunga jangka pendek Langkah sementara untuk menahan aliran modal keluar dan memperkuat rupiah.
Pembentukan dana penyangga devisa Menggunakan surplus perdagangan untuk menambah likuiditas pasar valuta asing.

Para pejabat menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal. “Stabilitas rupiah tidak dapat dicapai hanya dengan intervensi pasar; perlu dukungan kebijakan struktural yang meningkatkan daya saing ekspor,” ujar Menteri Keuangan dalam rapat.

Prabowo menambahkan bahwa agenda serupa akan terus dilaksanakan secara periodik, melibatkan berbagai lapisan pemerintahan dan sektor swasta, guna memastikan kebijakan ekonomi Indonesia tetap responsif terhadap dinamika global.

Jika langkah-langkah tersebut diimplementasikan, diharapkan nilai tukar rupiah akan menunjukkan pergerakan yang lebih stabil, sekaligus memperkuat kepercayaan investor asing.