LintasWarganet.com – 30 Maret 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan kunjungan mendadak (blusukan) ke kawasan bantaran rel Stasiun Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis, 26 Maret 2026. Kunjungan itu sekaligus menjadi ajang pendengaran aspirasi warga yang selama ini menghuni area sempit di pinggir rel kereta api. Setelah mendengarkan keluhan dan kebutuhan mereka, Prabowo langsung mengeluarkan perintah untuk menyiapkan hunian baru yang layak dan memulai proses inventarisasi serta relokasi.
Instruksi Presiden dan Rapat Koordinasi
Usai blusukan, Presiden Prabowo mengadakan rapat terbatas yang dipimpin sendiri. Dalam rapat tersebut, ia menugaskan Menteri Perumahan, Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PKP) Maruarar Sirait, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Plt. Direktur Utama Perumnas Imelda Alini Pohan, serta Direktur PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin untuk segera menyiapkan proyek perumahan baru. Prabowo menekankan bahwa inventarisasi permukiman harus dimulai dari kawasan Stasiun Pasar Senen dan kemudian diperluas ke seluruh jalur yang dikelola KAI yang memiliki kondisi serupa.
Dukungan Gubernur DKI Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif Presiden. “Pemerintah DKI Jakarta siap memberikan support sepenuhnya atas program pusat untuk penanganan perumahan warga di sepanjang rel kereta api,” ujarnya dalam konferensi pers di kantor Gubernur pada 29 Maret 2026. Pramono menambahkan bahwa sejak awal 2026 Pemprov DKI sudah mulai merelokasi warga dari kawasan TPU (Tempat Pemakaman Umum) ke rumah susun (rusun) yang dibangun di wilayah lain, sebagai langkah awal mengembalikan fungsi lahan dan meningkatkan kualitas hidup.
Persiapan Rusun sebagai Relokasi Sementara
Menurut tim detikcom, pemerintah pusat telah menyiapkan beberapa rumah susun, antara lain Rusun Nagrak dan Rorotan di Jakarta Utara serta Rusun PIK-Pulogadung di Jakarta Timur, untuk menjadi tempat tinggal sementara bagi warga yang akan dipindahkan. Staf Khusus Gubernur DKI, Chico Hakim, menjelaskan bahwa rusun‑rusun tersebut akan dibangun oleh pemerintah pusat, sedangkan Pemprov akan mengkoordinasikan proses penempatan sementara hingga hunian permanen selesai dibangun.
Reaksi Warga dan Kontroversi Penggusuran
Beberapa saksi di media sosial melaporkan adanya pembagian uang tunai sebesar Rp2 juta per kepala keluarga pada saat blusukan. Namun, pada malam harinya, warga yang tinggal di kawasan tersebut menerima surat perintah pindah yang mengharuskan mereka meninggalkan tempat tinggal pada keesokan harinya, 27 Maret 2026. Surat itu dianggap lebih sebagai perintah pembongkaran daripada sekadar peringatan, menimbulkan kecemasan dan protes di kalangan pemukim.
Langkah Selanjutnya
Setelah rapat koordinasi, Gubernur Pramono menjadwalkan pertemuan lanjutan dengan Menteri PKP pada sore hari Minggu, 29 Maret, untuk meninjau rencana detail pembangunan dan penempatan sementara. Pemerintah pusat diperkirakan akan menyusun skema pembiayaan, termasuk alokasi dana perumahan yang telah disiapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Selain itu, KAI diminta menyediakan data teknis jalur rel sebagai acuan penataan kawasan.
Harapan Warga
Warga yang selama ini hidup di bantaran rel berharap proyek hunian baru dapat menyelesaikan masalah keamanan, sanitasi, dan akses layanan publik. Mereka menantikan rusun yang tidak hanya bersifat temporer, melainkan menjadi tempat tinggal yang permanen, terintegrasi dengan transportasi umum, fasilitas kesehatan, dan ruang terbuka hijau.
Secara keseluruhan, langkah cepat yang diambil Prabowo Subianto setelah blusukan di Senen menunjukkan komitmen pemerintah pusat untuk menuntaskan permasalahan permukiman informal di sekitar rel kereta api. Dukungan dari pemerintah provinsi DKI Jakarta serta sinergi antar kementerian dan BUMN menjadi kunci keberhasilan proyek ini. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, warga bantaran rel Senen diperkirakan akan memiliki rumah yang layak dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun ke depan.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet