Prabowo Jamu Menteri Keamanan China di Istana Jepang: Apa Saja yang Dibahas?
Prabowo Jamu Menteri Keamanan China di Istana Jepang: Apa Saja yang Dibahas?

Prabowo Jamu Menteri Keamanan China di Istana Jepang: Apa Saja yang Dibahas?

LintasWarganet.com – 01 April 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menunaikan rangkaian kunjungan luar negeri ke Jepang pada akhir pekan pertama bulan Maret 2026. Kunjungan tersebut tidak hanya meliputi pertemuan resmi dengan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, dan Kaisar Naruhito, tetapi juga melibatkan dialog strategis dengan pejabat keamanan tinggi, termasuk Menteri Keamanan Negara China yang berada di Istana Akasaka. Agenda pertemuan menitikberatkan pada kerja sama ekonomi, keamanan regional, serta isu-isu lingkungan hidup yang menjadi prioritas kedua negara.

Pertemuan dengan Perdana Menteri Jepang di Istana Akasaka

Pukul 11.10 waktu setempat, Prabowo tiba di kompleks Istana Akasaka, Tokyo, dan langsung disambut oleh PM Jepang, Sanae Takaichi, dalam sebuah upacara kenegaraan. Kedua pemimpin berjabat tangan, lalu berjalan menuju ruang utama bergaya Eropa klasik yang dihiasi nuansa emas dan merah. Pasukan korps musik mengiringi proses masuk, sementara bendera Indonesia dan Jepang berkibar di belakang mereka. Lagu kebangsaan masing-masing negara diperdengarkan, diikuti dengan inspeksi singkat terhadap pasukan yang hadir.

Setelah upacara resmi, Prabowo memperkenalkan delegasi Indonesia yang terdiri dari Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Komunikasi dan Informatika Meutya Hafid, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Duta Besar RI untuk Jepang, Nurmala Kartini Sjahrir. Delegasi ini turut serta dalam pertemuan bilateral yang membahas perdagangan, investasi, serta kerjasama teknologi.

Kunjungan ke Istana Kekaisaran dan Pertemuan Empat Mata dengan Kaisar Naruhito

Pada hari berikutnya, Prabowo melanjutkan kunjungan kerja ke Istana Kekaisaran Jepang, di mana ia disambut secara pribadi oleh Kaisar Naruhito dan Putra Mahkota Fumihito. Pertemuan empat mata berlangsung selama sekitar 45 menit dan menyoroti isu-isu strategis bersama, termasuk perlindungan hutan, pelestarian lingkungan, dan keamanan maritim. Setelah perbincangan singkat, kedua belah pihak menikmati jamuan makan siang kenegaraan di Rensui North, Imperial Palace.

Dialog Keamanan dengan Menteri Keamanan Negara China

Di sela-sela agenda resmi, Prabowo mengadakan pertemuan tertutup dengan Menteri Keamanan Negara China yang juga berada di Istana Akasaka. Walaupun rincian pembicaraan tidak diungkapkan secara lengkap, kedua pihak sepakat untuk memperkuat koordinasi dalam penanggulangan terorisme, keamanan siber, serta stabilitas kawasan Laut China Selatan. Diskusi tersebut mencerminkan keprihatinan bersama terhadap dinamika geopolitik di wilayah Indo-Pasifik, di mana Indonesia berperan sebagai penyeimbang.

Forum Bisnis Indonesia‑Jepang: Komitmen Investasi Besar

Setelah rangkaian pertemuan kenegaraan, Prabowo menghadiri Forum Bisnis Indonesia‑Jepang yang berlangsung dari siang hingga sore hari. Forum menghasilkan komitmen investasi total sekitar Rp380 triliun, mencakup sektor energi terbarukan, infrastruktur digital, serta pengembangan teknologi manufaktur. Berikut rangkuman komitmen utama:

  • Investasi energi bersih senilai Rp120 triliun untuk pembangkit listrik tenaga surya dan angin di pulau-pulau besar.
  • Pembangunan jaringan 5G nasional dengan dukungan teknologi Jepang senilai Rp80 triliun.
  • Kolaborasi riset dan pengembangan otomotif listrik dengan nilai kontrak Rp60 triliun.
  • Proyek pelabuhan dan logistik strategis di Jawa Barat dan Sulawesi Selatan senilai Rp100 triliun.

Isu Lingkungan Hidup dan Perlindungan Hutan

Dalam pertemuan dengan Kaisar Naruhito, topik perlindungan hutan menjadi sorotan utama. Kedua pihak menekankan pentingnya mitigasi deforestasi melalui program reboisasi berskala besar serta penerapan teknologi pemantauan satelit. Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk menurunkan emisi karbon sebesar 45 % pada tahun 2030, selaras dengan target global.

Secara keseluruhan, kunjungan ini memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis Jepang dan China dalam bidang keamanan, ekonomi, serta lingkungan. Dialog yang intens dan komitmen investasi signifikan diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi domestik serta memperkokoh stabilitas regional.

Ke depan, Presiden Prabowo berjanji akan terus memperluas jaringan diplomatik, meningkatkan kerjasama lintas sektor, dan menegakkan kepentingan nasional Indonesia di panggung internasional.