Prabowo Dinilai Terlalu Santai soal Rupiah, CELIOS: Dampaknya ke Rakyat Nyata, Harga Naik
Prabowo Dinilai Terlalu Santai soal Rupiah, CELIOS: Dampaknya ke Rakyat Nyata, Harga Naik

Prabowo Dinilai Terlalu Santai soal Rupiah, CELIOS: Dampaknya ke Rakyat Nyata, Harga Naik

LintasWarganet.com – 16 Mei 2026 | Rupiah mengalami pelemahan signifikan dalam beberapa bulan terakhir, memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar dan konsumen. Pada sebuah acara terbaru, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyatakan sikap yang terkesan santai terhadap perkembangan nilai tukar mata uang nasional.

Penilaian tersebut menuai kritik tajam dari kelompok riset independen CELIOS. Menurut pernyataan mereka, sikap “terlalu santai” Prabowo dapat menurunkan kepercayaan investor dan memperburuk persepsi risiko di pasar.

Bhima Yudhistira, analis ekonomi yang juga terlibat dalam diskusi, menegaskan bahwa komunikasi yang tidak konsisten dari pejabat tinggi dapat memperparah tekanan inflasi. “Ketika kebijakan dan sikap tidak jelas, pasar akan bereaksi dengan spekulasi yang pada akhirnya meningkatkan biaya hidup masyarakat,” ujarnya.

  • Rupiah melemah sekitar 5-7% terhadap dolar AS sejak awal tahun 2024.
  • Inflasi konsumen naik menjadi 3,2% pada kuartal pertama, tertinggi dalam tiga tahun terakhir.
  • Harga bahan pokok seperti beras, minyak goreng, dan telur mengalami kenaikan rata-rata 8-12%.

Akibatnya, daya beli rakyat berkurang, terutama kelompok berpenghasilan rendah yang paling terasa dampaknya. Pedagang pasar tradisional melaporkan penurunan penjualan karena konsumen menunda pembelian barang non‑esensial.

Para pengamat ekonomi menilai bahwa langkah penanganan nilai tukar harus disertai kebijakan moneter yang tegas, koordinasi antara Bank Indonesia dan kementerian terkait, serta komunikasi yang transparan kepada publik.

Jika tidak diatasi, pelemahan rupiah diperkirakan akan terus mendorong kenaikan harga barang dan jasa, menambah beban pada ekonomi rumah tangga dan menurunkan kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah.