Prabowo Akui Kerasnya Perjuangan Nelayan Mencari Ikan, Tekankan Risiko Laut Seperti di Medan Tempur

LintasWarganet.com – 11 Mei 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan rasa hormat dan apresiasi kepada seluruh nelayan Indonesia saat melakukan kunjungan ke Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, pada Sabtu, 9 Mei 2024. Kunjungan tersebut sekaligus menjadi panggung bagi Prabowo untuk menegaskan pemahamannya mengenai tantangan keras yang dihadapi para pelaut penghidupan.

“Saya dulu adalah tentara, jadi saya mengerti betul risiko yang ada di laut. Sama seperti di medan perang, lautan juga penuh bahaya yang tak terduga,” ujar Prabowo dalam sambutan singkatnya. Ia menambahkan bahwa keberanian dan ketangguhan nelayan merupakan pilar penting dalam menjaga kedaulatan serta ketahanan pangan bangsa.

Nelayan Indonesia diperkirakan berjumlah lebih dari 2,5 juta orang, tersebar di lebih dari 17.000 desa pesisir. Mereka menghadapi berbagai tantangan, mulai dari cuaca ekstrem, kerusakan peralatan, hingga persaingan dengan kapal penangkap ikan asing. Data terbaru yang dirilis Kementerian Kelautan dan Perikanan memperlihatkan tren penurunan hasil tangkapan per nelayan sebesar 8,2% dibandingkan tahun 2022.

Tahun Jumlah Nelayan (juta) Rata-rata Hasil Tangkapan (kg/nelayan)
2022 2,58 150
2023 2,55 138

Menanggapi data tersebut, Prabowo menekankan perlunya peningkatan fasilitas, akses pasar, serta perlindungan hukum bagi nelayan. Ia mengingatkan bahwa pemerintah tengah merumuskan paket kebijakan yang mencakup penyediaan kapal penangkap modern, pelatihan keselamatan laut, serta subsidi bahan bakar bagi nelayan kecil.

Selain itu, Prabowo menyoroti pentingnya kolaborasi antara lembaga pertahanan, kepolisian, dan instansi kelautan untuk menanggulangi praktik illegal fishing yang merugikan nelayan domestik. “Ketika kita melindungi laut, kita melindungi masa depan para nelayan dan ketahanan pangan bangsa,” tegasnya.

Para nelayan yang hadir di KNMP Leato Selatan menyambut baik komitmen tersebut. Mereka berharap kebijakan yang diusulkan dapat segera diimplementasikan, sehingga dapat mengurangi beban ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Acara diakhiri dengan penyerahan simbolik berupa bendera merah putih kepada kepala kampung, sebagai tanda kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat nelayan dalam menghadapi tantangan laut yang semakin kompleks.