Prabowo akan Berpidato soal Ekonomi Makro di Depan DPR Besok, Purbaya: Ini Sejarah Baru
Prabowo akan Berpidato soal Ekonomi Makro di Depan DPR Besok, Purbaya: Ini Sejarah Baru

Prabowo akan Berpidato soal Ekonomi Makro di Depan DPR Besok, Purbaya: Ini Sejarah Baru

LintasWarganet.com – 19 Mei 2026 | Jokowi menyiapkan agenda penting pada sidang DPR RI besok, di mana Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Prabowo Subianto akan menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) untuk RAPBN tahun anggaran 2027. Penyampaian ini dijadwalkan menjadi momen pertama dalam sejarah ketatanegaraan Indonesia di mana rangka kebijakan makro secara komprehensif dipresentasikan di depan parlemen sebelum proses pengesahan anggaran.

Beberapa pokok penting yang diperkirakan akan dibahas meliputi:

  • Peningkatan efisiensi pengeluaran publik melalui penguatan sistem akuntansi berbasis hasil.
  • Reformasi pajak yang menargetkan penurunan tingkat kepatuhan informal dan memperluas basis pajak.
  • Strategi pengendalian inflasi dengan menyeimbangkan kebijakan moneter dan fiskal.
  • Dukungan investasi dalam infrastruktur digital dan energi terbarukan.
  • Pembiayaan program sosial yang berkelanjutan, termasuk kesehatan dan pendidikan.

Pengungkapan kebijakan ini dihadapkan pada dinamika politik yang cukup sensitif. Pemerintah berharap presentasi tersebut dapat memperkuat legitimasi kebijakan fiskal menjelang pemilihan umum 2029, sekaligus menanggapi kritik dari oposisi yang menilai anggaran sebelumnya kurang responsif terhadap pertumbuhan ekonomi inklusif.

Pengamat menilai bahwa keberhasilan penyampaian KEM-PPKF akan menjadi tolok ukur kemampuan pemerintah dalam mengelola ekspektasi publik dan pasar. Jika diterima dengan baik, hal ini dapat menurunkan biaya pinjaman negara dan meningkatkan kepercayaan investor, sementara penolakan dapat memicu perdebatan intens di DPR dan memperlambat proses pengesahan RAPBN 2027.

Dengan latar belakang tersebut, sorotan publik kini tertuju pada bagaimana Prabowo akan mengartikulasikan visi ekonomi makro yang berkelanjutan, serta seberapa kuat dukungan legislatif yang dapat ia kumpulkan dalam sidang penting tersebut.