Potensi Biomassa Belum Optimal Dimanfaatkan, IBI Diusulkan sebagai Acuan Harga Bioenergi
Potensi Biomassa Belum Optimal Dimanfaatkan, IBI Diusulkan sebagai Acuan Harga Bioenergi

Potensi Biomassa Belum Optimal Dimanfaatkan, IBI Diusulkan sebagai Acuan Harga Bioenergi

LintasWarganet.com – 23 Juni 2026 | Indonesia memiliki cadangan biomassa yang sangat besar, terutama berasal dari limbah pertanian dan perkebunan. Menurut data terbaru, potensi biomassa nasional mencapai sekitar 80 juta ton per tahun.

Namun, realisasi pemanfaatannya masih jauh di bawah potensi. Hingga saat ini hanya sekitar 20 juta ton biomassa yang dimanfaatkan secara produktif. Sebagian besar biomassa yang terpakai digunakan untuk kebutuhan ekspor maupun industri pengolahan, sehingga sisa potensial belum tersentuh.

Faktor Penghambat Pemanfaatan

Usulan Indeks Biomassa Indonesia (IBI)

Untuk mendorong optimalisasi pemanfaatan biomassa, pemerintah dan sejumlah lembaga riset mengusulkan pembentukan Indeks Biomassa Indonesia (IBI). IBI diharapkan menjadi acuan dalam penetapan harga bioenergi, memberikan transparansi dan kepastian harga bagi investor serta produsen.

Dengan IBI, harga biomassa dapat ditentukan berdasarkan faktor-faktor seperti jenis bahan baku, biaya pengolahan, dan nilai energi yang dihasilkan. Hal ini diharapkan dapat menstimulasi investasi di sektor bioenergi, terutama pada proyek-proyek pembangkit listrik berbahan bakar biomassa dan produksi bahan bakar nabati.

Implikasi Ekonomi dan Lingkungan

Peningkatan pemanfaatan biomassa dapat memberikan manfaat ganda. Dari sisi ekonomi, sektor biomassa berpotensi menciptakan lapangan kerja baru di daerah agraris dan meningkatkan pendapatan petani melalui penjualan limbah mereka. Dari sisi lingkungan, pemanfaatan limbah biomassa mengurangi emisi gas rumah kaca serta mengurangi tekanan pada lahan untuk produksi energi fosil.

Jika IBI berhasil diimplementasikan, diharapkan nilai tambah biomassa nasional akan meningkat secara signifikan, mengurangi ketergantungan pada energi impor, dan memperkuat ketahanan energi Indonesia.