POPSI Desak DSI Fokus pada Pengawasan lewat Platform Digital Perdagangan Sawit
POPSI Desak DSI Fokus pada Pengawasan lewat Platform Digital Perdagangan Sawit

POPSI Desak DSI Fokus pada Pengawasan lewat Platform Digital Perdagangan Sawit

LintasWarganet.com – 28 Mei 2026 | Perkumpulan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI) menilai peran PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai operator platform digital perdagangan sawit harus difokuskan pada fungsi pengawasan, bukan mengambil peran tunggal dalam seluruh ekosistem perdagangan.

POPSI menekankan bahwa pemerintah perlu memastikan DSI tidak menjadi satu‑satunya pihak yang mengendalikan alur transaksi, data, dan sertifikasi. Menurut pernyataan resmi POPSI, pengawasan yang independen dan transparan sangat penting untuk melindungi kepentingan petani kecil serta menjaga integritas pasar sawit Indonesia.

Berikut beberapa poin utama yang disampaikan POPSI:

  • DSI harus berperan sebagai fasilitator teknis, menyediakan infrastruktur digital yang memudahkan pencatatan dan pelaporan transaksi.
  • Pengawasan regulasi harus tetap berada di tangan lembaga pemerintah terkait, seperti Kementerian Pertanian dan Badan Pengawas Perdagangan Sawit.
  • Platform harus membuka akses data secara terbuka bagi semua pemangku kepentingan, termasuk asosiasi petani, pembeli, dan lembaga sertifikasi.
  • Pengambilan keputusan strategis, seperti penetapan standar kualitas dan harga, tidak boleh dipusatkan pada DSI.
  • Pengawasan harus melibatkan mekanisme audit independen secara periodik.

POPSI juga mengingatkan bahwa digitalisasi perdagangan sawit dapat meningkatkan efisiensi, namun tanpa kontrol yang memadai berisiko menimbulkan monopoli informasi dan penyalahgunaan data. Oleh karena itu, POPSI meminta pemerintah untuk menegaskan batasan peran DSI melalui regulasi yang jelas.

Jika rekomendasi ini diimplementasikan, diharapkan platform digital dapat menjadi sarana transparansi, mempercepat alur transaksi, dan memberikan keuntungan yang lebih merata bagi petani kecil serta pelaku industri lainnya.