Polisi buru komplotan curanmor bersenjata api di Duren Sawit Jaktim

LintasWarganet.com – 12 Mei 2026 | Tim kepolisian di wilayah Duren Sawit, Jakarta Timur, melancarkan operasi penangkapan terhadap kelompok yang diduga menjadi spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dengan menggunakan senjata tajam dan api. Operasi ini dimulai pada pagi hari Senin, 8 Mei 2024, setelah mendapat laporan dari warga tentang serangkaian pencurian yang terjadi dalam tiga minggu terakhir.

Dalam rangka menumpas jaringan ini, satuan Reskrim dan Unit Anti Narkotika bersama Unit Pengamanan Lingkungan (Satlinmas) melakukan razia di beberapa titik strategis, termasuk kompleks perumahan dan tempat parkir umum. Hasil razia, polisi berhasil menyita:

  • 3 unit motor yang diduga hasil curian
  • 2 senjata tajam (golok dan pisau)
  • 1 tabung korek api berisi bahan bakar cair
  • Berbagai alat pemecah kaca dan kunci palsu

Selain barang bukti, dua tersangka berhasil diamankan. Keduanya diduga menjadi otak operasi dan pemimpin kelompok. Kedua tersangka kini berada di tahanan kepolisian untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Juru bicara Polri, Kombes Pol. Ida Fauziah, menegaskan bahwa pencurian bermotor bersenjata merupakan tindakan yang sangat berbahaya dan tidak dapat ditoleransi. “Kami akan terus meningkatkan pengawasan, terutama di wilayah yang rawan pencurian. Masyarakat diimbau untuk melaporkan setiap aktivitas mencurigakan dan tidak menanggapi ancaman secara paksa,” ujarnya.

Warga Duren Sawit mengaku merasa cemas setelah serangkaian insiden tersebut, namun menyambut baik tindakan cepat kepolisian. Mereka diharapkan tetap meningkatkan kewaspadaan, mengunci kendaraan dengan aman, dan menggunakan sistem keamanan tambahan seperti alarm atau GPS tracker.

Investigasi masih berlangsung untuk mengungkap jaringan yang lebih luas, termasuk kemungkinan keterlibatan anggota lain di luar Duren Sawit. Polisi menargetkan penyelesaian kasus ini dalam minggu-minggu mendatang dengan harapan dapat mengurangi angka pencurian kendaraan bermotor yang beresiko tinggi di Jakarta Timur.