LintasWarganet.com – 31 Maret 2026 | Polda Metro Jaya mengumumkan bahwa kasus penyiraman air keras yang menimpa Andrie Yunus kini dialihkan ke Puspom TNI setelah penyelidikan tidak menemukan unsur keterlibatan pihak sipil.
Insiden tersebut terjadi pada awal bulan ini di sebuah kawasan pemukiman, di mana Andrie Yunus menjadi korban penyiraman cairan berbahaya yang mengakibatkan luka pada kulit dan gangguan pernapasan. Korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Tim penyidik Polri melakukan serangkaian langkah investigatif, termasuk pemeriksaan tempat kejadian, wawancara saksi, serta peninjauan rekaman CCTV di sekitar lokasi. Hasil penyelidikan menunjukkan tidak ada bukti yang mengaitkan pelaku dengan individu atau kelompok sipil manapun.
Karena tidak ditemukan keterlibatan sipil, Polda Metro Jaya memutuskan untuk menyerahkan berkas kasus kepada Pusat Polisi Militer (Puspom TNI) yang memiliki yurisdiksi atas kasus yang berpotensi melibatkan unsur militer atau aparat keamanan.
Puspom TNI menyatakan akan melanjutkan penyelidikan dengan fokus pada kemungkinan keterlibatan personel militer yang berada di area kejadian pada saat insiden. Pihak militer berjanji akan memberikan laporan komprehensif untuk proses hukum selanjutnya.
Reaksi publik beragam; sebagian menuntut transparansi penuh dalam proses penyelidikan, sementara organisasi hak asasi manusia menekankan pentingnya perlindungan terhadap korban dan penegakan hukum yang adil.
- Pengumpulan bukti tambahan oleh Puspom TNI.
- Interogasi personel militer yang berada di sekitar lokasi pada saat kejadian.
- Pemeriksaan forensik lanjutan terhadap cairan yang digunakan.
- Penyusunan laporan akhir untuk proses hukum selanjutnya.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet