PM Anwar Ungkap Upaya Perbaikan Toilet Sekolah Malaysia dengan Anggaran Rp4,4 Triliun
PM Anwar Ungkap Upaya Perbaikan Toilet Sekolah Malaysia dengan Anggaran Rp4,4 Triliun

PM Anwar Ungkap Upaya Perbaikan Toilet Sekolah Malaysia dengan Anggaran Rp4,4 Triliun

LintasWarganet.com – 16 Mei 2026 | Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, baru-baru ini mengungkapkan keputusan pemerintahnya untuk melakukan perbaikan menyeluruh pada fasilitas toilet di seluruh sekolah negeri. Upaya ini diproyeksikan menelan biaya hingga Rp4,4 triliun (sekitar 1,6 billion ringgit), menjadikannya salah satu program infrastruktur pendidikan terbesar dalam sejarah Malaysia.

Program tersebut diluncurkan setelah serangkaian survei menunjukkan bahwa banyak toilet sekolah tidak memenuhi standar kebersihan dan keamanan, sehingga menimbulkan risiko kesehatan bagi ribuan siswa. Anwar menekankan bahwa sanitasi yang layak merupakan prasyarat penting bagi proses belajar mengajar yang efektif.

Berikut rangkaian langkah utama yang direncanakan dalam program perbaikan ini:

  • Identifikasi dan audit: Tim khusus akan melakukan inspeksi di lebih dari 10.000 sekolah untuk menilai kondisi eksisting.
  • Perencanaan desain: Desain baru mengusung konsep ramah lingkungan, dengan penggunaan bahan anti-bakteri dan sistem pengelolaan air hujan.
  • Pembiayaan: Anggaran Rp4,4 triliun akan dibiayai melalui kombinasi alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta kerjasama publik‑swasta.
  • Pelaksanaan: Pekerjaan renovasi diperkirakan berlangsung selama tiga tahun, dengan prioritas pada sekolah di daerah pedesaan dan wilayah berpendapatan rendah.
  • Pengawasan dan evaluasi: Komite independen akan memantau progres dan memastikan standar kualitas terpenuhi.

Selain meningkatkan kebersihan, pemerintah juga menargetkan penurunan angka ketidakhadiran siswa akibat penyakit yang berhubungan dengan sanitasi. Studi internal memperkirakan bahwa perbaikan fasilitas dapat meningkatkan tingkat kehadiran hingga 5 %.

Dalam pidatonya, Anwar menambahkan, “Setiap anak berhak belajar di lingkungan yang bersih dan aman. Investasi ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi pada masa depan generasi Malaysia.”

Program ini mendapat sambutan positif dari lembaga pendidikan, organisasi kesehatan, serta masyarakat luas. Diharapkan, setelah selesai, Malaysia akan menjadi contoh bagi negara-negara ASEAN dalam hal penyediaan fasilitas sanitasi pendidikan yang memadai.