LintasWarganet.com – 22 Mei 2026 | Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bidang Perempuan dan Keluarga, Eko Yulliarti Siroj, menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi keluarga harus menjadi prioritas utama dalam upaya kebangkitan bangsa. Dalam sebuah pertemuan yang digelar di Jakarta, ia menyoroti kontribusi perempuan sebagai motor penggerak stabilitas keuangan rumah tangga serta pertumbuhan ekonomi nasional.
Fokus Utama Penekanan
- Penguatan kapasitas produktif perempuan melalui pelatihan kewirausahaan dan literasi keuangan.
- Peningkatan akses perempuan ke modal usaha, baik melalui lembaga keuangan formal maupun koperasi.
- Pemberian insentif bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dikelola oleh perempuan.
- Pembinaan jaringan pemasaran digital untuk memperluas jangkauan produk.
Data Pendukung
Berbagai data menunjukkan peran strategis perempuan dalam ekonomi. Menurut BPS, perempuan menyumbang sekitar 45% dari total tenaga kerja nasional dan memegang lebih dari 60% posisi dalam sektor UMKM.
| Sektor | Persentase Tenaga Kerja Perempuan |
|---|---|
| Pertanian | 48% |
| Perdagangan | 55% |
| Jasa | 42% |
Eko Yulliarti menambahkan bahwa peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga tidak hanya meningkatkan kualitas hidup individu, tetapi juga berimbas pada peningkatan daya beli nasional, yang pada gilirannya mendorong pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB).
Untuk mewujudkan visi tersebut, PKS berencana meluncurkan serangkaian program pelatihan kewirausahaan berbasis komunitas, menyediakan akses pendanaan mikro, serta mengoptimalkan kolaborasi dengan institusi pendidikan untuk mengintegrasikan kurikulum keuangan sejak tingkat sekolah menengah.
Dengan menempatkan perempuan sebagai agen perubahan ekonomi, PKS berharap dapat memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga, mengurangi kesenjangan gender, dan mempercepat pemulihan ekonomi pasca pandemi.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet