LintasWarganet.com – 03 Juni 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam langkah cepat menggantikan tiga pejabat tertinggi Badan Gizi Nasional (BGN) sesaat sebelum tim penegak hukum melakukan penggeledahan di kantor lembaga tersebut. Penggantian tersebut mencakup Kepala BGN, Wakil Kepala BGN, dan Sekretaris Jenderal, yang masing‑masing digantikan oleh pejabat sementara.
Langkah ini diambil setelah muncul laporan mengenai dugaan penyalahgunaan dana dan ketidaksesuaian prosedur dalam pelaksanaan program Mandiri Gizi Bersama (MBG). Namun, kritikus menilai tindakan tersebut tidak menyelesaikan akar permasalahan yang melanda BGN.
Jaringan Persatuan Pers (JPPI) menanggapi keputusan Presiden dengan nada sinis, menyebutnya \”hanya damage control\” untuk menyelamatkan kelangsungan program MBG. JPPI menegaskan bahwa meski struktur pimpinan berubah, tantangan struktural dan tata kelola BGN tetap ada.
- Penggantian tiga pejabat terjadi pada tanggal 24 April 2024.
- Penggeledahan resmi dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada hari berikutnya.
- Program MBG yang menjadi sorotan meliputi distribusi pangan tambahan, penyuluhan gizi, dan pelatihan bagi petani.
Para pengamat politik memperingatkan bahwa pergantian kepemimpinan tanpa reformasi menyeluruh dapat berisiko menimbulkan siklus krisis kepercayaan publik. Mereka menekankan perlunya audit independen, transparansi anggaran, serta penguatan mekanisme akuntabilitas di BGN.
Sejauh ini, pemerintah belum mengumumkan rencana penyelidikan lebih lanjut atau penunjukan pimpinan tetap. Sementara itu, program MBG terus berjalan dengan dukungan dana dari pemerintah pusat dan daerah, meski menghadapi tekanan dari kelompok aktivis yang menuntut pengawasan lebih ketat.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet