Pezeshkian: Iran Siap Capai Kesepakatan yang Adil dengan AS
Pezeshkian: Iran Siap Capai Kesepakatan yang Adil dengan AS

Pezeshkian: Iran Siap Capai Kesepakatan yang Adil dengan AS

LintasWarganet.com – 13 April 2026 | Presiden Majelis Permusyawaratan Rakyat Iran, Masoud Pezeshkian, menyampaikan kesiapan negaranya untuk menandatangani perjanjian yang seimbang dengan Amerika Serikat dalam upaya mengakhiri ketegangan seputar program nuklir.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Teheran pada Senin (12 April 2026), menjelang pertemuan tingkat tinggi yang direncanakan antara delegasi Tehran dan Washington. Pezeshkian menekankan bahwa Iran menginginkan solusi yang tidak hanya mengangkat sanksi ekonomi, tetapi juga menghormati kedaulatan nasional serta menjamin keamanan regional.

Beberapa poin utama yang diutarakan antara lain:

  • Penghapusan sanksi sekunder yang berdampak pada sektor perbankan dan energi.
  • Pengakuan hak Iran untuk penggunaan energi nuklir damai sesuai dengan perjanjian internasional.
  • Penetapan mekanisme verifikasi yang transparan dan dapat dipantau oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
  • Komitmen bersama untuk mencegah proliferasi senjata nuklir di Timur Tengah.

Di sisi lain, pejabat Amerika Serikat menyatakan bahwa mereka terbuka untuk membahas kembali perjanjian nuklir 2015 (JCPOA) asalkan Iran mematuhi standar non‑proliferasi yang ketat. Pihak Washington menekankan pentingnya inspeksi rutin serta batasan pada pengayaan uranium.

Kebijakan baru ini diperkirakan akan memberikan dorongan signifikan bagi perekonomian Iran yang selama ini tertekan akibat sanksi. Sektor minyak, gas, serta perdagangan internasional diprediksi akan mengalami pemulihan jika perjanjian dapat disepakati dalam waktu dekat.

Pengamat politik menilai bahwa dialog yang konstruktif dapat meningkatkan stabilitas regional, namun tetap mengingat adanya tantangan internal di kedua negara. Di Iran, terdapat spektrum politik yang beragam, mulai dari kaum reformis hingga kelompok konservatif yang skeptis terhadap kebijakan luar negeri Washington.

Jika kesepakatan tercapai, Iran berpotensi meningkatkan investasi asing, memperluas jaringan perdagangan, dan memperkuat posisi tawar dalam negosiasi internasional. Namun, kegagalan dalam mencapai titik temu dapat memperpanjang isolasi ekonomi dan menimbulkan ketegangan geopolitik yang lebih luas.