LintasWarganet.com – 18 Mei 2026 | PFI Pusat melaporkan bahwa pewarta foto Republika, Thoudy Badai, tidak lagi dapat dihubungi sejak 24 April 2024, ketika ia bergabung dengan armada bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang berlayar menuju Jalur Gaza.
Dalam sebuah pernyataan resmi, PFI Pusat menegaskan bahwa Thoudy Badai telah diculik oleh pasukan Israel dan saat ini berada di wilayah yang dikuasai militer. PFI menuntut agar pihak berwenang Israel segera mengembalikan wartawan tersebut dan memberikan jaminan keamanan bagi semua jurnalis yang melaksanakan misi kemanusiaan.
- Mengirim tim pendamping hukum untuk memantau kasus.
- Mengadakan konferensi pers guna menekan pemerintah Israel.
- Bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri Indonesia untuk diplomasi konsuler.
- Menggalang dukungan media internasional agar kasus ini mendapat sorotan global.
Pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tel Aviv menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden ini dan sedang berkoordinasi dengan Kedutaan Israel serta otoritas Palestina untuk memperoleh informasi terkini tentang keberadaan Thoudy Badai.
Di sisi lain, pemerintah Israel belum memberikan komentar resmi mengenai penahanan wartawan asing tersebut, meski mengklaim bahwa semua kapal yang masuk ke zona keamanan harus mematuhi prosedur inspeksi yang ketat.
Kasus ini menambah kekhawatiran internasional terkait keamanan jurnalis di zona konflik. Lembaga kebebasan pers seperti Reporters Without Borders dan Committee to Protect Journalists telah menyerukan agar semua pihak menghormati hak kebebasan pers dan melindungi wartawan dari tindakan penahanan sewenang‑wenang.
Pengamat politik menilai bahwa tekanan diplomatik dari Indonesia, didukung oleh komunitas media internasional, dapat menjadi faktor penting dalam proses pembebasan Thoudy Badai. Sementara itu, keluarga wartawan tersebut terus menunggu kabar pasti dan berharap agar saudara mereka segera kembali dengan selamat.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet