LintasWarganet.com – 21 Mei 2026 | Persipura Jayapura kembali menjadi sorotan setelah Komite Disiplin Sepak Bola Indonesia menjatuhkan sanksi paling berat dalam sejarah klub, yakni larangan penonton selama satu musim penuh. Keputusan ini muncul setelah kerusuhan meluas usai pertandingan playoff promosi ke Liga Super 2026/2027.
Insiden terjadi pada laga penentuan promosi, di mana sejumlah suporter melakukan aksi vandalisme, melempar barang, dan merusak fasilitas stadion setelah hasil pertandingan diumumkan. Polisi harus turun mengamankan area dan menahan beberapa pelaku.
- Penutupan stadion bagi penonton selama satu musim kompetisi (2026/2027).
- Denda administratif sebesar Rp 500 juta.
- Pembatasan transfer pemain asing selama dua periode.
- Peringatan keras bagi suporter yang terlibat.
Mutiara Hitam, kelompok suporter Persipura, memberikan respons resmi. Mereka menyatakan kekecewaan atas sanksi tersebut, namun menegaskan komitmen untuk memperbaiki perilaku dan meningkatkan keamanan pada setiap laga. Dalam pernyataannya, mereka meminta pihak liga mempertimbangkan faktor eksternal yang memicu kerusuhan, serta mengajak seluruh elemen sepak bola untuk bersikap lebih sportif.
Manajemen klub juga mengumumkan rencana kerja sama dengan aparat keamanan lokal, penyuluhan anti-kerusuhan bagi anggota suporter, dan program edukasi bagi pemuda di wilayah Jayapura. Tujuannya untuk memastikan tidak terulangnya insiden serupa dan mempercepat proses pemulihan citra Persipura di mata publik.
Sementara itu, para pengamat menilai sanksi tanpa penonton dapat menurunkan pendapatan klub secara signifikan, mengingat Persipura sangat bergantung pada dukungan suporter di Stadion Mandala. Dampak ekonomi ini diperkirakan memaksa manajemen mencari alternatif pendanaan, seperti sponsor tambahan atau penjualan merchandise online.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet