Persib Tetap Peringkat Satu Meski Poin Sama Borneo: Analisis Titik Balik dan Tantangan Menuju Gelar
Persib Tetap Peringkat Satu Meski Poin Sama Borneo: Analisis Titik Balik dan Tantangan Menuju Gelar

Persib Tetap Peringkat Satu Meski Poin Sama Borneo: Analisis Titik Balik dan Tantangan Menuju Gelar

LintasWarganet.com – 28 April 2026 | Persib Bandung kembali menjadi sorotan utama BRI Super League 2025/2026 setelah mencatatkan 66 poin, sama persis dengan rival sekutu di papan atas, Borneo FC. Meskipun keduanya berada pada level poin yang identik, tim asuhan Bojan Hodak tetap memimpin klasemen berkat keunggulan head‑to‑head yang diraih dalam pertemuan sebelumnya.

Keunggulan Head‑to‑Head Menjaga Posisi Puncak

Pelatih Bojan Hodak menegaskan bahwa mentalitas skuadnya “oke” dan siap menghadapi tekanan pada laga‑laga krusial ke depan. “Kami masih nomor satu karena kami menang atas Borneo dalam pertemuan langsung. Itu menjadi faktor penentu bila poin sama,” ujar Hodak dalam konferensi pers Senin (27/4). Dengan 66 poin, Persib berada satu poin di atas Persija Jakarta yang menempati posisi ketiga dengan 59 poin.

Situasi Poin dan Skenario Lima Laga Tersisa

Menurut perhitungan yang dirilis oleh Pikiran Rakyat, tiga tim papan atas masih memiliki peluang untuk mengangkat trofi. Berikut rangkuman poin saat ini dan kemungkinan maksimum yang dapat diraih pada lima pertandingan terakhir:

Tim Poin Saat Ini Poin Maksimum (5 Laga)
Persib Bandung 66 81
Borneo FC 66 81
Persija Jakarta 59 74

Jika Persib, Borneo, dan Persija masing‑masing memenangkan semua sisa pertandingan, Persib dan Borneo dapat menyamai 81 poin, sedangkan Persija maksimal hanya 74 poin. Pada skenario ini, penentuan juara kembali bergantung pada selisih head‑to‑head dan selisih gol.

Reaksi Pemain dan Pengamat

Kapten pertahanan Persib, Frans Putros, menegaskan keyakinannya bahwa “kami masih peringkat satu”. Ia menambahkan bahwa tim harus tetap fokus dan tidak menganggap remeh lawan, termasuk Arema FC yang baru saja menahan Persib dengan hasil 0‑0 pada pekan ke‑29.

Sementara itu, Bojan menyoroti kekurangan dalam penyelesaian akhir. Pada pertandingan melawan Arema, Persib menembakkan 29 tembakan namun tidak berhasil mencetak gol. “Hal tersulit dalam sepakbola memang mencetak gol. Jika kami mencetak gol, semua orang akan bilang pertandingan ini luar biasa,” kata Bojan.

Isu Pendukung dan Kebijakan Keamanan

Di luar lapangan, persaingan antara Persib dan Persebaya Surabaya menimbulkan kebijakan khusus bagi suporter. Panitia penyelenggara (Panpel) mewajibkan penonton dari luar kota yang ingin masuk Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) menampilkan KTP atau Kartu Keluarga. Hal ini dilakukan untuk mencegah potensi bentrokan antara Bobotoh (suporter Persib) dan Bonek (suporter Persebaya). Pemain Persib, Marc Klok, secara terbuka mengimbau Bobotoh untuk menonton pertandingan dari rumah, menegaskan bahwa dukungan dapat tetap diberikan secara virtual.

Larangan tersebut merujuk pada Pasal 4 ayat 8 Regulasi Kompetisi Liga 1 2024/2025 serta Pasal 141 Kode Disiplin PSSI 2023. Meskipun hubungan antar suporter dianggap baik, pihak keamanan tetap menekankan pentingnya kepatuhan demi keselamatan semua pihak.

Jadwal Pertandingan Mendatang

  • Persib vs Bhayangkara Presisi Lampung FC – Stadion Sumpah Pemuda, Lampung (30/4).
  • Borneo FC vs Persik Kediri – Stadion Gajayana, Kediri (29/4).
  • Persija Jakarta vs PSIM Yogyakarta – Stadion Jatidiri, Yogyakarta (29/4).

Ketiga laga tersebut menjadi penentu akhir pekan ke‑30 Super League. Persib berambisi memperlebar jarak dengan Borneo, sementara Borneo ingin memanfaatkan keunggulan tandang untuk menutup selisih. Persija, meski tertinggal 7 poin, masih berharap memanfaatkan sisa laga untuk menutup jarak.

Kesimpulan

Persib Bandung berada pada posisi krusial: memimpin klasemen secara teknis, namun poin yang sama dengan Borneo menandakan perlunya konsistensi ekstra pada lima laga terakhir. Mentalitas pemain yang dinilai “oke” oleh pelatih, dukungan fanatik yang tetap bersatu meski dibatasi oleh kebijakan keamanan, serta keunggulan head‑to‑head menjadi kunci utama untuk mengamankan gelar. Jika Persib mampu mengubah peluang tembakan menjadi gol dan menjaga performa defensif, peluang besar tetap berada di tangan mereka untuk menutup musim dengan trofi di pundak.