Perluas produksi, Sumedang kembangkan ubi Cilembu via kultur jaringan
Perluas produksi, Sumedang kembangkan ubi Cilembu via kultur jaringan

Perluas produksi, Sumedang kembangkan ubi Cilembu via kultur jaringan

LintasWarganet.com – 19 Mei 2026 | Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, meluncurkan program skala besar untuk meningkatkan produksi ubi Cilembu, varietas unggulan daerah yang terkenal dengan rasa manis dan kandungan gizi tinggi. Program ini memanfaatkan teknologi kultur jaringan untuk menghasilkan bibit yang bebas penyakit dan berproduksi secara massal.

Ubi Cilembu selama ini menjadi komoditas strategis bagi petani lokal, namun produksi tradisional sering terbatas oleh faktor cuaca, serangan hama, dan penurunan kesuburan tanah. Dengan adopsi teknik kultur jaringan, DKPP berharap dapat menurunkan ketergantungan pada bibit konvensional dan mempercepat siklus produksi.

Langkah-langkah utama dalam proses kultur jaringan

  • Pengambilan eksplan: Bagian tunas muda diambil dari tanaman induk yang telah teruji bebas penyakit.
  • Sterilisasi: Eksplan dibersihkan menggunakan larutan antiseptik untuk mencegah kontaminasi mikroba.
  • Inokulasi media: Eksplan ditempatkan pada medium pertumbuhan yang mengandung hormon tumbuh, gula, dan nutrisi mineral.
  • Multiplikasi: Sel-sel merambat dan membentuk kalus, kemudian dipisahkan menjadi beberapa subkultur untuk meningkatkan jumlah bibit.
  • Aklimatisasi: Bibit yang sudah cukup besar dipindahkan ke greenhouse untuk penyesuaian lingkungan sebelum ditanam di lahan terbuka.

Selama fase percobaan yang dimulai pada awal tahun 2023, DKPP berhasil menghasilkan lebih dari 10.000 bibit unggul dalam tiga siklus kultur. Data hasil percobaan menunjukkan peningkatan tingkat kematian bibit dari 15 % pada metode konvensional menjadi hanya 3 % dengan kultur jaringan.

Parameter Metode Konvensional Kultur Jaringan
Angka bertunas 85 % 97 %
Waktu pembibitan (hari) 90‑120 45‑60
Biaya per bibit (Rp) 12.000 9.500

Pejabat DKPP, Dr. Hadi Susanto, menegaskan bahwa proyek ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kuantitas, tetapi juga memperkuat kualitas produksi. “Ubi Cilembu yang dibudidayakan lewat kultur jaringan memiliki kandungan karotenoid dan serat yang lebih stabil, sehingga dapat memenuhi standar pasar domestik maupun ekspor,” ujarnya.

Selain meningkatkan pasokan, program ini diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar, khususnya pada sektor laboratorium dan nursery. Pemerintah kabupaten juga berencana memberikan pelatihan teknis kepada petani kecil agar mereka dapat mengelola bibit kultur jaringan secara mandiri.

Target jangka menengah adalah menambah luas tanam ubi Cilembu di Sumedang hingga 2.000 hektar pada tahun 2026, dengan estimasi produksi mencapai 150.000 ton berasap. Jika berhasil, Sumedang berpotensi menjadi pusat distribusi ubi Cilembu bagi provinsi Jawa Barat dan pasar nasional.

Implementasi teknologi kultur jaringan ini sejalan dengan program nasional untuk meningkatkan ketahanan pangan melalui inovasi pertanian. Keberhasilan Sumedang dapat menjadi model bagi daerah lain yang memiliki komoditas unggulan serupa.