Perkuat Sinergi BUMN, BTN dan KAI Bakal Hadirkan 5.400 Unit Hunian TOD
Perkuat Sinergi BUMN, BTN dan KAI Bakal Hadirkan 5.400 Unit Hunian TOD

Perkuat Sinergi BUMN, BTN dan KAI Bakal Hadirkan 5.400 Unit Hunian TOD

LintasWarganet.com – 22 Mei 2026 | Kerjasama strategis antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Bank Tabungan Negara (BTN), dan Kereta Api Indonesia (KAI) akan meluncurkan proyek perumahan berbasis Transit Oriented Development (TOD) dengan total 5.400 unit hunian. Inisiatif ini bertujuan menciptakan lingkungan hidup yang terintegrasi antara tempat tinggal, jaringan transportasi publik, dan pusat-pusat aktivitas ekonomi.

Proyek TOD ini direncanakan tersebar di beberapa titik strategis yang berdekatan dengan stasiun kereta api utama, sehingga memudahkan penghuni mengakses layanan transportasi massal. Dengan mengoptimalkan konektivitas, diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi serta menurunkan tingkat kemacetan di area perkotaan.

Berikut rincian utama proyek:

  • Jumlah unit: 5.400 rumah tinggal, mencakup tipe apartemen, rumah susun, dan rumah tapak.
  • Penyedia pembiayaan: BTN akan menjadi mitra utama dalam penyediaan kredit perumahan dengan skema bunga bersubsidi.
  • Pengelolaan properti: BUMN terkait akan mengawasi pembangunan dan pengelolaan infrastruktur pendukung, termasuk fasilitas umum, ruang hijau, dan pusat komersial.
  • Integrasi transportasi: KAI akan memastikan layanan kereta api yang terkoordinasi dengan jadwal dan aksesibilitas stasiun yang berada di dalam atau dekat kompleks hunian.

Manfaat yang diharapkan meliputi:

  1. Peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui akses mudah ke transportasi publik.
  2. Peningkatan nilai properti di kawasan sekitar stasiun.
  3. Pengurangan emisi karbon akibat berkurangnya penggunaan kendaraan pribadi.
  4. Penciptaan lapangan kerja selama fase konstruksi dan operasional.

Proyek ini sejalan dengan agenda pemerintah untuk memperkuat sinergi antar BUMN dalam rangka mendukung pembangunan berkelanjutan serta mempercepat urbanisasi yang terkelola dengan baik. Implementasi pertama dijadwalkan mulai akhir tahun ini, dengan target penyelesaian tahapan awal pada pertengahan 2025.