Perjalanan KA Jalur Utara Terganggu Akibat Banjir di Grobogan
Perjalanan KA Jalur Utara Terganggu Akibat Banjir di Grobogan

Perjalanan KA Jalur Utara Terganggu Akibat Banjir di Grobogan

LintasWarganet.com – 03 April 2026 | PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 4 Semarang melaporkan bahwa beberapa layanan kereta api yang melintasi Jalur Utara mengalami gangguan serius sejak akhir pekan lalu akibat banjir bandang yang melanda wilayah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Air meluap dari sungai Bengawan Solo dan sejumlah anak sungai kecil menenggelamkan rel serta menimbun stasiun‑stasiun kecil di sepanjang rute. Akibatnya, jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta api di beberapa stasiun terpaksa ditunda atau dibatalkan untuk memastikan keselamatan penumpang dan kru.

Berikut ini beberapa layanan yang terdampak:

  • Argo Bromo Anggrek (Jakarta‑Surabaya) – penundaan 45 menit di Stasiun Kedungbanteng.
  • Malabar (Surabaya‑Jakarta) – pembatalan sebagian rute antara Jombang‑Grobogan.
  • Kertajaya (Jakarta‑Surabaya) – penurunan kecepatan hingga 30 km/jam di sektor Grobogan.

PT KAI mengambil langkah mitigasi sebagai berikut:

  1. Pengecekan kondisi rel secara intensif menggunakan tim inspeksi lapangan.
  2. Pemasangan pompa air darurat di titik‑titik rawan banjir untuk mengurangi genangan.
  3. Penyediaan transportasi pengganti berupa bus bagi penumpang yang terpaksa turun di stasiun terdekat.
  4. Pembaruan jadwal secara real‑time melalui aplikasi KAI Access dan media sosial resmi perusahaan.

Direktur Operasi 4 Semarang, Budi Santoso, menyatakan bahwa pemulihan penuh diperkirakan memakan waktu dua hingga tiga hari, tergantung pada tingkat penurunan air dan perbaikan infrastruktur rel. Ia menambahkan bahwa pihak kereta api terus memantau situasi cuaca dan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir lanjutan.

Penumpang disarankan untuk selalu memeriksa jadwal terbaru sebelum melakukan perjalanan dan mengikuti arahan petugas di stasiun. PT KAI berkomitmen untuk meminimalkan dampak gangguan ini serta memastikan layanan kereta api kembali beroperasi normal secepat mungkin.