Pergerakan Kurs Rupiah Dipengaruhi Potensi Gencatan Senjata AS-Iran

LintasWarganet.com – 17 April 2026 | Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menyatakan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat akhir pekan ini dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik, khususnya potensi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.

Pardede menjelaskan bahwa apabila negosiasi damai berhasil, sentimen risiko di pasar global akan berkurang, yang biasanya mendorong investor beralih ke aset yang lebih aman seperti dolar. Akibatnya, permintaan terhadap dolar dapat meningkat dan nilai tukar USD/IDR berpotensi menguat.

Namun, ia menambahkan bahwa faktor-faktor lain tetap berperan, antara lain kebijakan moneter Federal Reserve, pergerakan harga minyak, serta data inflasi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

  • Jika Fed mempertahankan suku bunga tinggi, dolar akan tetap kuat.
  • Penurunan harga minyak biasanya mendukung rupiah karena Indonesia adalah importir bersih.
  • Data inflasi domestik yang lebih rendah dari perkiraan dapat menurunkan tekanan pada Bank Indonesia untuk menaikkan suku bunga.

Berikut ini rangkuman perkiraan pergerakan nilai tukar dalam beberapa skenario:

Skenario USD/IDR (perkiraan)
Gencatan senjata tercapai 14.700 – 14.800
Negosiasi gagal, ketegangan meningkat 14.500 – 14.600
Stabilitas geopolitik, Fed tetap hawkish 14.600 – 14.700

Secara keseluruhan, Pardede menegaskan bahwa pasar valuta asing tetap sensitif terhadap perkembangan politik internasional. Investor disarankan untuk memantau secara rutin perkembangan negosiasi antara AS dan Iran serta kebijakan moneter global, sambil tetap memperhatikan indikator fundamental ekonomi domestik.