Perang Iran-AS Memicu Bara, Harga Naik Mulai Mendera! Dubes UEA Tanggapi Efek Pertarungan Global
Perang Iran-AS Memicu Bara, Harga Naik Mulai Mendera! Dubes UEA Tanggapi Efek Pertarungan Global

Perang Iran-AS Memicu Bara, Harga Naik Mulai Mendera! Dubes UEA Tanggapi Efek Pertarungan Global

LintasWarganet.com – 10 April 2026 | Ketegangan militer antara Iran dan Amerika Serikat yang memuncak dalam serangkaian serangan udara akhir pekan lalu telah menimbulkan gelombang efek ekonomi yang meluas jauh melampaui kawasan Timur Tengah. Kenaikan harga komoditas utama, volatilitas pasar energi, serta kekhawatiran rantai pasokan menjadi sorotan utama bagi pelaku bisnis dan konsumen di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Rashid Al Mansoori, menyampaikan peringatan bahwa dampak konflik ini tidak bersifat lokal. Ia menekankan bahwa gangguan produksi minyak dan gas, serta ketidakpastian geopolitik, dapat memicu inflasi yang lebih tajam di negara‑negara berkembang.

  • Kenaikan Harga Minyak: Harga Brent naik lebih dari 8% dalam 48 jam, memicu peningkatan harga bensin dan diesel di SPBU.
  • Komoditas Pokok: Harga gandum, jagung, dan kedelai mengalami lonjakan 3‑5% karena spekulasi gangguan pasokan dari wilayah produksi utama.
  • Inflasi Konsumen: Indeks Harga Konsumen (CPI) diproyeksikan naik 0,4‑0,6 poin persentase pada kuartal berikutnya di Indonesia.

Para analis ekonomi menilai bahwa pasar masih berada dalam fase “risk‑off”, dimana investor beralih ke aset safe‑haven seperti emas dan obligasi pemerintah. Pada hari Selasa, harga emas dunia mencapai US$1.950 per ons, sementara nilai tukar rupiah mengalami tekanan terhadap dolar AS.

Dubes UEA menambahkan bahwa kerjasama regional dalam penanggulangan dampak energi sangat penting. Ia mengajak Indonesia untuk memperkuat dialog energi bilateral, meningkatkan diversifikasi sumber energi, dan mempercepat program efisiensi energi guna mengurangi ketergantungan pada impor minyak.

Selain itu, pemerintah Indonesia diperkirakan akan meninjau kembali kebijakan subsidi bahan bakar serta mempertimbangkan langkah penyesuaian tarif listrik untuk menahan beban inflasi pada rumah tangga.

Secara keseluruhan, konflik Iran‑AS menimbulkan efek domino yang mempengaruhi harga barang, nilai tukar, dan kebijakan fiskal di banyak negara. Pemantauan terus‑menerus dan koordinasi internasional menjadi kunci untuk meminimalkan guncangan ekonomi yang lebih luas.