Penolakan Pembangunan Sekolah Rakyat di Temanggung dan Wonosobo, Mensos Saifullah Yusuf Angkat Suara

LintasWarganet.com – 06 Mei 2026 | Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menyampaikan tanggapan resmi terkait penolakan masyarakat terhadap program pembangunan Sekolah Rakyat di dua kabupaten Jawa Tengah, yakni Temanggung dan Wonosobo.

Program Sekolah Rakyat, yang diluncurkan pemerintah pusat sebagai upaya memperluas akses pendidikan dasar, menghadapi hambatan di kedua wilayah tersebut. Warga setempat menolak pembangunan dengan alasan utama:

  • Rencana lokasi sekolah bersinggungan dengan lahan pertanian dan area pemukiman yang telah lama dimiliki keluarga.
  • Kurangnya transparansi dalam proses perencanaan dan pembebasan lahan.
  • Kekhawatiran akan dampak lingkungan serta meningkatnya beban ekonomi bagi warga yang harus menyesuaikan diri.

Menanggapi kekhawatiran tersebut, Gus Ipul menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memaksa proses pembebasan tanpa melalui mekanisme yang adil dan sesuai regulasi. Ia menambahkan bahwa dialog intensif akan segera dijalankan bersama tokoh masyarakat, perangkat desa, serta lembaga terkait untuk mencari solusi yang dapat diterima semua pihak.

Dalam pernyataannya, Menteri Sosial menyoroti pentingnya menyeimbangkan kebutuhan pembangunan dengan hak atas tanah dan kepentingan sosial masyarakat. Ia juga mengingatkan bahwa Sekolah Rakyat direncanakan menjadi fasilitas yang dikelola secara bersama‑sama antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan komunitas lokal, sehingga partisipasi aktif warga menjadi kunci keberhasilan program.

Gus Ipul menginstruksikan kementerian terkait untuk menyiapkan tim fasilitator yang akan meninjau kembali rencana lokasi, memastikan proses konsultasi publik berjalan transparan, serta memberikan kompensasi yang layak bila diperlukan. Ia menutup dengan harapan agar konflik dapat diselesaikan melalui musyawarah, sehingga pembangunan pendidikan tetap dapat berlanjut tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat setempat.