Pengguna Electrifying Agriculture PLN di Sulselrabar Meningkat 8,2 Persen
Pengguna Electrifying Agriculture PLN di Sulselrabar Meningkat 8,2 Persen

Pengguna Electrifying Agriculture PLN di Sulselrabar Meningkat 8,2 Persen

LintasWarganet.com – 01 Mei 2026 | Program Electrifying Agriculture (EA) yang dikelola oleh PT PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat (UID Sulselrabar) mencatat peningkatan signifikan pada kuartal terakhir. Jumlah pelanggan yang memanfaatkan program ini naik 8,2 persen, mencapai 4.215 pelanggan, dibandingkan 3.887 pelanggan pada periode sebelumnya.

Peningkatan ini mencerminkan respon positif petani dan pelaku usaha agrikultur di wilayah Sulselrabar terhadap upaya pemerintah untuk mendorong penggunaan listrik dalam proses produksi pertanian. Dengan listrik yang lebih stabil, petani dapat mengoperasikan pompa air, irigasi, dan mesin pengolahan hasil pertanian secara efisien.

Berikut ringkasan data utama:

Parameter Kuartal Sebelumnya Kuartal Sekarang Persentase Perubahan
Jumlah Pelanggan EA 3.887 4.215 +8,2%
Energi Terpakai (kWh) 1.250.000 1.360.000 +8,8%
Rata‑Rata Konsumsi per Pelanggan (kWh) 322 323 +0,3%

Direktur UID Sulselrabar, Budi Santoso, menjelaskan bahwa peningkatan ini didorong oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Penyuluhan intensif yang melibatkan Dinas Pertanian setempat.
  • Subsidi tarif listrik khusus untuk sektor pertanian.
  • Kemudahan proses pendaftaran yang kini dapat dilakukan secara daring.

Selain itu, program EA juga memberikan manfaat ekonomi yang jelas. Menurut data internal PLN, petani yang menggunakan listrik dalam proses irigasi melaporkan peningkatan hasil panen rata‑rata 12 persen, serta penurunan biaya operasional hingga 15 persen dibandingkan metode konvensional berbasis bahan bakar fosil.

Untuk mendukung pertumbuhan lebih lanjut, UID Sulselrabar berencana menambah jaringan listrik di daerah pedesaan yang selama ini belum terjangkau. Target jangka menengah adalah menambah 2.000 pelanggan EA pada akhir tahun 2026, dengan fokus pada wilayah yang memiliki potensi produksi padi, jagung, dan kelapa sawit.

Program Electrifying Agriculture diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga berkontribusi pada upaya dekarbonisasi sektor pertanian Indonesia, sejalan dengan komitmen pemerintah dalam Rencana Nasional Energi (RNE) 2025‑2035.