Pengembangan Etanol Berlanjut, Pertamina Lirik Potensi Tebu sebagai Bahan Baku Bensin Nabati E20

LintasWarganet.com – 17 April 2026 | PT Pertamina (Persero) terus mengembangkan bahan bakar nabati dengan menargetkan etanol berbasis tebu sebagai komponen utama bensin E20. Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan porsi bahan bakar terbarukan dalam campuran bensin, guna mengurangi ketergantungan pada minyak bumi dan menurunkan emisi karbon.

Etanol merupakan alkohol yang dapat diproduksi melalui fermentasi gula atau pati dari tanaman seperti jagung, singkong, dan tebu. Di Indonesia, tebu dipilih karena tersebar luas di daerah agraris, memiliki produktivitas tinggi, serta sudah memiliki infrastruktur pengolahan gula yang dapat dimodifikasi untuk menghasilkan bioetanol.

Proses produksi bioetanol dari tebu meliputi tahapan penghancuran tebu, ekstraksi jus, fermentasi dengan mikroorganisme, penyulingan, dan pemurnian. Hasil akhir berupa etanol murni yang kemudian dicampur dengan bensin konvensional dalam rasio 20% etanol dan 80% bensin (E20).

  • Manfaat lingkungan: Penggunaan E20 dapat menurunkan emisi CO2 hingga 10-15% dibandingkan bensin murni.
  • Keamanan energi: Diversifikasi sumber bahan bakar mengurangi risiko fluktuasi harga minyak dunia.
  • Peluang ekonomi: Petani tebu mendapatkan pasar tambahan, sementara industri pengolahan gula dapat meningkatkan nilai tambah produk.

Namun, pengembangan etanol berbasis tebu menghadapi beberapa tantangan, antara lain kebutuhan investasi besar untuk instalasi fermentasi dan penyulingan, serta persaingan dengan produksi gula yang masih menjadi komoditas utama. Selain itu, efisiensi konversi gula menjadi etanol harus ditingkatkan agar biaya produksi dapat bersaing dengan etanol impor.

Pemerintah Indonesia telah mendukung inisiatif ini melalui regulasi yang mewajibkan penggunaan minimal 20% BBN dalam bensin serta memberikan insentif fiskal bagi proyek bioetanol. Pertamina bekerja sama dengan beberapa perusahaan agribisnis dan institusi riset untuk mengoptimalkan varietas tebu yang memiliki kandungan gula tinggi serta mengembangkan teknologi fermentasi yang lebih efisien.

Ke depan, Pertamina menargetkan produksi etanol berbasis tebu mencapai beberapa juta liter per tahun, cukup untuk memenuhi kebutuhan campuran E20 di seluruh wilayah Indonesia. Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi model bagi negara-negara tropis lain yang memiliki potensi tebu serupa.