Pemprov Lampung Wajibkan Koperasi Desa Merah Putih Bermitra dengan SPPG
Pemprov Lampung Wajibkan Koperasi Desa Merah Putih Bermitra dengan SPPG

Pemprov Lampung Wajibkan Koperasi Desa Merah Putih Bermitra dengan SPPG

LintasWarganet.com – 30 April 2026 | Pemerintah Provinsi Lampung kembali menegaskan komitmen dalam memperkuat ekosistem ekonomi desa melalui kebijakan baru yang mengharuskan setiap Koperasi Desa Merah Putih untuk menjalin kemitraan dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kebijakan ini diumumkan dalam rapat koordinasi yang dipimpin Gubernur Lampung bersama jajaran dinas terkait pada awal pekan ini.

Tujuan utama kebijakan tersebut adalah meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah Merah Putih dengan memastikan akses yang lebih mudah ke layanan gizi yang memadai serta memperluas jaringan pasar produk lokal.

  • Integrasi layanan gizi: SPPG akan memberikan pendampingan teknis dalam penyediaan pangan bergizi, pelatihan pengolahan makanan, serta program edukasi gizi bagi anggota koperasi.
  • Penguatan rantai nilai: Melalui kemitraan ini, koperasi diharapkan dapat menambah nilai jual produk pertanian dan perikanan dengan standar kualitas yang lebih tinggi.
  • Pengembangan pemasaran: SPPG akan membantu koperasi dalam merancang strategi pemasaran yang berbasis digital serta membuka akses ke pasar regional.

Implementasi kebijakan akan dilakukan secara bertahap. Pada fase pertama, semua koperasi desa akan diwajibkan menyusun rencana kerja bersama SPPG selama enam bulan pertama. Selanjutnya, evaluasi akan dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UKM Lampung untuk memastikan pencapaian target yang telah ditetapkan.

Reaksi dari para pemangku kepentingan beragam. Ketua Koperasi Merah Putih, Budi Santoso, menyambut baik inisiatif tersebut dan menilai bahwa kolaborasi dengan SPPG dapat meningkatkan daya saing produk lokal. Sementara itu, beberapa anggota mengkhawatirkan beban administratif tambahan yang mungkin timbul.

Pemerintah Provinsi menegaskan bahwa dukungan teknis dan pendanaan akan disediakan untuk mengatasi tantangan tersebut, termasuk pelatihan kapasitas bagi pengurus koperasi dan penyediaan perangkat lunak manajemen yang mudah digunakan.

Dengan langkah ini, diharapkan desa Merah Putih dapat menjadi contoh sukses integrasi layanan gizi dalam pengembangan ekonomi desa, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah Lampung.