LintasWarganet.com – 18 April 2026 | Pemerintah Kota Makassar mengumumkan rencana implementasi sistem digital untuk pendataan dan penyaluran bantuan sosial (bansos) setelah pertemuan dengan Menteri Sosial Republik Indonesia, Tri Rismaharini. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi, mempercepat distribusi bantuan, serta meminimalkan potensi penyalahgunaan dana publik.
Dalam rapat yang dilaksanakan di kantor Walikota Makassar, pihak kota memaparkan beberapa komponen utama dari platform digital yang akan dibangun, antara lain:
- Basis data terintegrasi yang menggabungkan data KTP, Kartu Keluarga, dan catatan pendapatan rumah tangga.
- Algoritma penilaian otomatis untuk menentukan kelayakan penerima bantuan berdasarkan kriteria ekonomi dan sosial.
- Portal online yang memungkinkan warga mengakses status permohonan, jadwal penyaluran, dan melaporkan kendala.
- Modul pelaporan real‑time bagi dinas sosial kota guna memantau alur penyaluran dan mengidentifikasi hambatan secara cepat.
Tim teknis Pemkot Makassar bekerja sama dengan beberapa perusahaan teknologi lokal untuk mengembangkan aplikasi berbasis web dan mobile. Proses uji coba awal dijadwalkan pada kuartal ketiga 2026, dengan target peluncuran penuh pada awal tahun 2027.
Menteri Sosial menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengadopsi teknologi informasi untuk meningkatkan efektivitas program kesejahteraan. Ia juga menyampaikan bahwa kementerian akan menyediakan pedoman teknis serta bantuan pendanaan bagi kota yang berkomitmen pada transformasi digital.
Jika berhasil, sistem digitalisasi bansos di Makassar dapat menjadi model bagi kota‑kota lain di Indonesia, terutama dalam mengurangi waktu proses verifikasi yang selama ini memakan minggu bahkan bulan, serta mengurangi risiko penyaluran bantuan yang tidak tepat sasaran.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet