Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei: AS Menghadapi Kekalahan Memalukan dengan Pertolongan Tuhan
Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei: AS Menghadapi Kekalahan Memalukan dengan Pertolongan Tuhan

Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei: AS Menghadapi Kekalahan Memalukan dengan Pertolongan Tuhan

LintasWarganet.com – 01 Mei 2026 | Dalam sebuah pernyataan yang menyiratkan kemarahan kuat, pemimpin tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, menuduh Amerika Serikat (AS) akan mengalami kekalahan yang memalukan jika tidak menghormati peringatan Iran. Khamenei menegaskan bahwa hanya dengan pertolongan Tuhan, AS dapat menghindari nasib buruk yang menanti di perairan Teluk Persia.

Khamenei menyebut bahwa agresi AS terhadap Iran, termasuk sanksi ekonomi dan kehadiran militer di wilayah tersebut, tidak akan menghasilkan kemenangan. Menurutnya, satu‑satunya akhir yang mungkin bagi pihak agresor adalah “tenggelam di dasar Teluk Persia”. Pernyataan itu disampaikan dalam konteks ketegangan yang terus meningkat antara kedua negara, khususnya setelah serangkaian insiden militer dan diplomatik yang memperburuk hubungan bilateral.

Berikut beberapa poin utama yang diungkapkan oleh Khamenei dalam komentarnya:

  • Pertolongan Tuhan: Khamenei menekankan bahwa Iran mengandalkan bantuan ilahi untuk menghadapi tekanan luar negeri.
  • Kekalahan AS: Ia menyatakan bahwa upaya militer dan ekonomi AS tidak akan berhasil menundukkan Iran, melainkan akan mempermalukan Amerika di mata dunia.
  • Ancaman Teluk Persia: Khamenei menyinggung kemungkinan bahwa kapal atau armada AS dapat “tenggelam di dasar Teluk Persia” sebagai konsekuensi dari agresi berkelanjutan.

Pernyataan Khamenei menambah deretan kritik keras yang dilontarkan oleh pejabat Iran terhadap kebijakan luar negeri Amerika. Sebelumnya, Iran juga menuduh AS melakukan intervensi tidak sah di wilayah Timur Tengah dan menekankan bahwa Iran tidak akan mundur dari hak‑haknya.

Di sisi lain, pemerintah Amerika menolak tuduhan tersebut dan menegaskan komitmennya untuk menjaga kebebasan navigasi serta menolak setiap bentuk ancaman terhadap kepentingannya di kawasan tersebut. Kedua belah pihak tampaknya berada di titik konfrontasi yang sulit dipecahkan, dengan potensi dampak ekonomi dan keamanan regional yang signifikan.