LintasWarganet.com – 17 April 2026 | Pemerintah menegaskan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akan tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026. Kebijakan ini diumumkan dalam rapat koordinasi antar‑ kementerian yang membahas strategi ketahanan energi nasional.
Langkah ini diambil untuk melindungi daya beli masyarakat, khususnya kelompok berpendapatan rendah, serta menjaga stabilitas ekonomi makro. Menurut Menteri Energi, pasokan minyak mentah dan cadangan strategis negara akan dipertahankan pada level aman untuk menghindari fluktuasi harga yang dipicu oleh dinamika pasar internasional.
Beberapa tindakan utama yang akan dijalankan meliputi:
- Peningkatan cadangan minyak strategis di beberapa titik penyimpanan utama.
- Peningkatan kerja sama dengan produsen minyak dalam negeri untuk memperkuat pasokan crude oil.
- Pengawasan ketat terhadap distribusi BBM di jaringan ritel untuk menghindari praktik spekulasi.
- Penggunaan subsidi secara tepat sasaran melalui sistem digitalisasi pembayaran.
Berikut perkiraan harga BBM subsidi yang dijaga hingga 2026:
| Tahun | Harga (per liter) |
|---|---|
| 2023 | Rp7.000 |
| 2024 | Rp7.000 |
| 2025 | Rp7.000 |
| 2026 | Rp7.000 |
Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap dapat menstabilkan biaya transportasi, menekan inflasi, serta memastikan kelancaran aktivitas produksi dan distribusi barang di seluruh wilayah Indonesia.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet