Pembatasan Gawai di SMA Aceh Dapat Apresiasi Mendagri
Pembatasan Gawai di SMA Aceh Dapat Apresiasi Mendagri

Pembatasan Gawai di SMA Aceh Dapat Apresiasi Mendagri

LintasWarganet.com – 20 Mei 2026 | Bandar Aceh – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, Murthalamuddin, mengumumkan bahwa Surat Edaran (SE) yang membatasi penggunaan gadget bagi siswa SMA/sederajat di provinsi tersebut berhasil menembus tiga besar kebijakan pendidikan paling inovatif di tingkat nasional. Kebijakan ini mendapat pujian dari Menteri Dalam Negeri, yang menilai langkah Aceh sebagai contoh penerapan disiplin digital di lingkungan sekolah.

SE tersebut melarang siswa membawa atau menggunakan perangkat elektronik pribadi seperti smartphone, tablet, dan laptop selama jam pelajaran, kecuali untuk keperluan akademik yang telah disetujui oleh guru. Tujuannya adalah meminimalisir gangguan belajar, meningkatkan konsentrasi, serta menurunkan risiko penyalahgunaan teknologi di kalangan remaja.

  • Target kebijakan: Seluruh SMA dan setara di Aceh.
  • Waktu implementasi: Mulai semester genap 2024/2025.
  • Pengecualian: Penggunaan gadget yang dibutuhkan untuk tugas atau proyek khusus yang disetujui oleh pihak sekolah.
  • Sanksi: Penertiban bagi siswa yang melanggar dapat berupa peringatan tertulis, penahanan gadget, atau tindakan disiplin sesuai aturan sekolah.

Mendagri menilai kebijakan ini sejalan dengan agenda nasional untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif. Menteri menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan orang tua dalam menegakkan aturan tersebut.

Para pendidik di Aceh menyambut baik pembatasan ini, mengaku bahwa selama ini mereka sering menghadapi tantangan konsentrasi kelas akibat penggunaan gadget yang tidak terkontrol. Dengan adanya regulasi yang jelas, guru dapat lebih fokus pada proses pembelajaran tanpa gangguan.

Namun, beberapa pihak mengingatkan perlunya penyesuaian agar kebijakan tidak menghambat akses siswa ke sumber belajar digital yang sah. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan berjanji akan menyediakan fasilitas komputer dan akses internet di laboratorium sekolah untuk mendukung kebutuhan akademik.

Secara keseluruhan, kebijakan pembatasan gawai di SMA Aceh dipandang sebagai langkah progresif yang mengedepankan kualitas pendidikan, sekaligus menanggapi tantangan era digital yang semakin kompleks.