LintasWarganet.com – 30 Maret 2026 | Ketua Majelis Agung Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan bahwa pasukan Iran siap menunggu kedatangan pasukan Amerika Serikat di wilayah darat untuk kemudian membakar mereka, sebagai bentuk hukuman permanen terhadap mitra regional yang dianggap melanggar kepentingan Tehran.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Tehran dan Washington, terutama setelah serangkaian insiden militer dan sanksi ekonomi yang memperburuk hubungan bilateral.
Ghalibaf menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam apabila pasukan AS menginjakkan kaki di tanah Iran atau negara sahabatnya di kawasan. Ia menambahkan, “Kami menantikan kedatangan mereka, dan akan membalas dengan tindakan tegas yang tak dapat dihindari.”
- Penegasan tersebut dianggap sebagai bagian dari retorika keras Iran dalam menanggapi kehadiran militer AS di Timur Tengah.
- Para analis internasional memperingatkan bahwa pernyataan semacam ini dapat memicu eskalasi konflik yang melibatkan kekuatan global.
- Washington belum memberikan respons resmi terhadap ancaman tersebut.
Sejumlah negara sahabat Iran, termasuk Suriah dan Lebanon, menyambut pernyataan Ghalibaf dengan dukungan moral, sementara sekutu Barat menilai hal itu sebagai provokasi yang tidak konstruktif.
Jika ancaman ini terwujud, konsekuensinya dapat meluas tidak hanya pada operasi militer, melainkan juga pada stabilitas ekonomi dan keamanan regional.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet