Pasar Tempo Dulu di Sukoharjo Hidupkan Kembali Kuliner Tradisional
Pasar Tempo Dulu di Sukoharjo Hidupkan Kembali Kuliner Tradisional

Pasar Tempo Dulu di Sukoharjo Hidupkan Kembali Kuliner Tradisional

LintasWarganet.com – 05 April 2026 | Pasar Tempo Dulu, yang terletak di kawasan bersejarah Sukoharjo, Jawa Tengah, kembali menjadi pusat perhatian sejak peluncuran inisiatif menghidupkan kembali kuliner tradisional daerah. Proyek ini digagas oleh Pemerintah Kabupaten Sukoharjo bekerja sama dengan komunitas UMKM lokal, dengan tujuan melestarikan warisan kuliner yang mulai tergerus oleh modernisasi.

Setelah hampir satu dekade kehilangan pengunjung, pasar ini kini menawarkan beragam hidangan otentik yang dulunya hanya dapat ditemui di rumah-rumah penduduk setempat. Vendor–vendor yang tergabung di pasar ini dipilih melalui proses seleksi ketat, memastikan setiap penjual menyajikan resep asli yang diturunkan secara turun–menurun.

Berikut beberapa kuliner unggulan yang dapat ditemukan di Pasar Tempo Dulu:

  • Nasi Liwet Sukoharjo – nasi gurih yang dimasak dengan santan, daun salam, dan serai, disajikan dengan telur pindang serta ayam suwir.
  • Jengkol Balado – jengkol yang direbus lalu ditumis dengan bumbu balado pedas manis khas Jawa Tengah.
  • Sate Kere – sate daging kelapa yang dipotong tipis, direndam dalam bumbu kacang pedas, dan disajikan dengan sambal kecap.
  • Wedang Ronde – minuman hangat berisi bola ketan berisi kacang tanah, disiram kuah jahe gula merah.
  • Bakso Bakar Khas Sukoharjo – bakso yang dipanggang dengan arang, disajikan dengan saus kacang pedas.

Pengunjung tidak hanya menikmati rasa, tetapi juga mendapatkan pengalaman budaya. Setiap kios dilengkapi dengan informasi singkat tentang asal–usul makanan, teknik memasak, serta nilai historisnya. Hal ini membantu generasi muda memahami pentingnya melestarikan cita rasa lokal.

Sejak dibuka kembali pada awal 2024, Pasar Tempo Dulu mencatat peningkatan kunjungan sebesar 45 % dibandingkan tahun sebelumnya. Data internal menunjukkan rata–rata harian pengunjung mencapai 1.200 orang, dengan mayoritas berasal dari wilayah sekitar Sukoharjo serta wisatawan domestik.

Selain meningkatkan ekonomi mikro, pasar ini juga menjadi sarana edukasi bagi pelaku usaha. Workshop memasak tradisional secara berkala diadakan untuk memperkuat kemampuan teknis para penjual serta menumbuhkan inovasi dalam penyajian.

Pemerintah Kabupaten menargetkan agar Pasar Tempo Dulu menjadi model bagi daerah lain yang ingin mengintegrasikan pelestarian budaya kuliner dengan pengembangan ekonomi lokal. Rencana ke depan mencakup penambahan zona khusus untuk produk pertanian organik serta kolaborasi dengan sekolah–sekolah setempat untuk program magang.

Dengan dukungan masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah, Pasar Tempo Dulu berpotensi menjadi ikon kuliner tradisional yang tidak hanya melestarikan rasa masa lalu, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi berkelanjutan bagi generasi mendatang.