Pasar Minyak Global Terguncang, Penjualan Kontrak Brent Rp13 Triliun Sebelum Iran Buka Selat Hormuz

LintasWarganet.com – 21 April 2026 | Pasar minyak dunia mengalami gejolak kembali pada Jumat, 17 April 2024, setelah terjadi penjualan kontrak berjangka Brent senilai sekitar USD 760 juta atau setara dengan Rp13 triliun. Transaksi tersebut berlangsung hanya dalam hitungan menit menjelang pengumuman resmi pembukaan kembali Selat Hormuz oleh pemerintah Iran.

Penjualan masif ini menandakan ketidakpastian yang tinggi di kalangan pedagang minyak, mengingat Selat Hormuz adalah jalur penyebrangan utama bagi lebih dari satu setengah juta barel minyak per hari. Penutupan atau pembatasan akses ke selat tersebut dapat memicu lonjakan harga secara cepat.

  • Nilai transaksi: USD 760 juta (≈ Rp13 triliun).
  • Instrumen: Kontrak berjangka Brent.
  • Waktu: Beberapa menit sebelum Iran mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Analisis pasar menunjukkan bahwa para pelaku memperkirakan adanya potensi gangguan pasokan sementara, meskipun Iran telah menegaskan niatnya untuk mengembalikan lalu lintas kapal ke selat tersebut. Sebagai respons, harga minyak mentah Brent sempat naik tajam, namun kemudian melorot kembali ketika kepastian pembukaan mulai terkonfirmasi.

Para ahli energi menilai bahwa peristiwa ini menegaskan pentingnya faktor geopolitik dalam menentukan volatilitas harga minyak. Mereka menambahkan bahwa meski pasar telah menyesuaikan diri dengan risiko geopolitik, kejadian semacam ini tetap dapat memicu aliran spekulasi besar dalam waktu singkat.

Ke depan, pengamat memperkirakan bahwa stabilitas pasokan melalui Selat Hormuz akan menjadi fokus utama bagi para investor. Jika Iran dapat menjaga kelancaran operasional selat, tekanan pada harga minyak diperkirakan akan berkurang, namun setiap ketegangan baru dapat dengan cepat mengubah sentimen pasar.