LintasWarganet.com – 03 Mei 2026 | Sejumlah pakar keamanan dan hubungan internasional memperingatkan Amerika Serikat untuk tidak tergesa‑gesa melancarkan serangan terhadap Iran menggunakan rudal hipersonik bernama Dark Eagle. Menurut mereka, langkah tersebut dapat memicu konsekuensi yang jauh lebih luas dan merugikan.
Berikut tiga alasan utama yang disampaikan oleh para analis:
- Penafsiran ancaman yang sudah ada. Penggunaan Dark Eagle dapat dianggap sebagai realisasi dari ancaman yang pernah dilontarkan mantan Presiden AS, Donald Trump, untuk “menghancurkan peradaban Iran”. Hal ini dapat memperkuat persepsi Iran bahwa Amerika memang berniat menghapus keberadaan negara tersebut.
- Risiko eskalasi militer. Serangan dengan senjata hipersonik yang sulit dideteksi dapat memicu respons balasan militer yang tidak terkontrol, memperburuk ketegangan di wilayah Teluk Persia dan menimbulkan konflik yang lebih luas.
- Dampak geopolitik dan ekonomi. Langkah agresif tersebut dapat menimbulkan kecaman internasional, memperburuk hubungan Amerika dengan sekutu‑sekutunya, serta memengaruhi pasar energi global karena ketidakstabilan di kawasan produsen minyak utama.
Para pakar menekankan pentingnya diplomasi yang lebih intensif, termasuk dialog langsung dan kerja sama multilateral, untuk mengatasi perselisihan yang melibatkan program rudal Iran. Mereka juga mengingatkan bahwa penggunaan senjata hipersonik harus disertai pertimbangan hukum internasional dan mekanisme kontrol senjata yang jelas.
Dengan mempertimbangkan tiga alasan tersebut, tekanan pada pembuat kebijakan Amerika agar menahan diri dari serangan militer yang prematur menjadi semakin kuat. Pendekatan yang lebih hati-hati diharapkan dapat mengurangi risiko konflik berskala luas dan menjaga stabilitas regional.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet