Pakar Nilai Kesepakatan Damai AS-Iran Terganjal Agresi Israel
Pakar Nilai Kesepakatan Damai AS-Iran Terganjal Agresi Israel

Pakar Nilai Kesepakatan Damai AS-Iran Terganjal Agresi Israel

LintasWarganet.com – 22 Juni 2026 | Dalam penilaian terbaru, Darmansjah Djumala, anggota Dewan Pakar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bidang Strategi Hubungan Luar Negeri, mengungkapkan bahwa upaya mencapai kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran menghadapi hambatan signifikan akibat aksi agresif Israel di wilayah Timur Tengah.

  • Israel secara konsisten menolak terlibat dalam perundingan yang melibatkan Iran, menganggap Tehran sebagai ancaman eksistensial.
  • Serangan militer dan operasi intelijen Israel di wilayah Suriah serta Lebanon meningkatkan rasa tidak percayaan di antara pihak-pihak yang terlibat.
  • Tekanan politik domestik di Amerika Serikat menuntut hasil yang cepat, sementara Iran menegaskan kembali haknya atas kedaulatan dan program nuklir.

Darmansjah menyoroti pentingnya pendekatan yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila, khususnya keadilan sosial dan perdamaian yang abadi. Ia menyarankan agar Indonesia dapat berperan sebagai mediator netral yang mengedepankan dialog terbuka, sekaligus mendorong pihak‑pihak terkait untuk menahan tindakan militer yang dapat memperburuk situasi.

Beberapa langkah konkret yang diusulkan meliputi:

  1. Penetapan jalur komunikasi langsung antara Washington dan Tehran, dengan fasilitasi pihak ketiga yang dipercaya.
  2. Penyusunan kerangka kerja keamanan regional yang melibatkan Israel, namun menekankan kepentingan bersama dalam mencegah eskalasi konflik.
  3. Penguatan peran ASEAN dalam memediasi isu-isu keamanan Asia‑Pasifik, termasuk melalui forum dialog tahunan.

Jika langkah‑langkah tersebut dapat diimplementasikan, Djumala optimis bahwa prospek tercapainya kesepakatan damai yang berkelanjutan akan meningkat, sekaligus meredam potensi konflik lebih luas yang dapat mengancam stabilitas kawasan.