Pakar AS Robert Kagan Prediksi Kekalahan Total Washington dalam Konflik dengan Iran

LintasWarganet.com – 13 Mei 2026 | Robert Kagan, seorang pakar neokonservatif terkemuka di Amerika Serikat, baru-baru ini menyatakan bahwa Washington sedang mengalami kekalahan total dalam konflik yang sedang berlangsung melawan Iran. Menurutnya, serangkaian kebijakan militer dan diplomatik yang diambil oleh pemerintahan Amerika telah berbalik menjadi kerugian strategis yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Kagan menyoroti tiga faktor utama yang, menurutnya, menjadi penyebab utama kegagalan tersebut:

  • Penempatan pasukan yang tidak tepat: Intervensi militer di wilayah Timur Tengah, khususnya di sekitar Teluk Persia, dianggap terlalu agresif tanpa mempertimbangkan konsekuensi geopolitik jangka panjang.
  • Sanksi ekonomi yang kontra‑produktif: Sanksi yang diberlakukan terhadap Iran justru memperkuat posisi Tehran di mata negara‑negara non‑barat, meningkatkan solidaritas regional, dan menurunkan citra Amerika sebagai pemimpin ekonomi global.
  • Kebijakan diplomatik yang terfragmentasi: Upaya mediasi yang terkesan terpisah‑pisah antara sekutu NATO dan negara‑negara Asia‑Pasifik mengurangi efektivitas tekanan kolektif terhadap Tehran.

Akibat dari kombinasi faktor‑faktor tersebut, Kagan berpendapat bahwa posisi Amerika Serikat di panggung internasional telah mengalami kemunduran permanen. Ia mencontohkan penurunan kepercayaan sekutu tradisional, meningkatnya kerjasama antara Iran dan kekuatan anti‑Barat seperti Rusia dan China, serta menurunnya kemampuan Washington dalam memengaruhi keputusan politik di kawasan strategis.

Analisis Kagan juga mencakup potensi dampak jangka panjang bagi kebijakan luar negeri Amerika:

  1. Perubahan orientasi strategis: AS mungkin harus mengalihkan fokus ke kawasan Indo‑Pasifik untuk menyeimbangkan pengaruh China.
  2. Pembenahan aliansi: Diperlukan upaya diplomatik intensif untuk memperbaiki hubungan dengan sekutu Eropa yang merasa dikecualikan dalam penentuan kebijakan Timur Tengah.
  3. Reformasi kebijakan sanksi: Menyusun mekanisme sanksi yang lebih terkoordinasi dan bersifat multilateral guna menghindari efek boomerang.

Walaupun pernyataan Kagan terkesan dramatis, ia menekankan bahwa pengakuan atas kegagalan merupakan langkah pertama untuk melakukan koreksi kebijakan yang diperlukan. Menurutnya, tanpa perubahan arah yang signifikan, Amerika Serikat akan terus kehilangan pengaruh di arena global, mengakibatkan “kekalahan total” yang belum pernah terjadi dalam sejarah modern negara tersebut.