LintasWarganet.com – 16 Juni 2026 | Setelah terhenti beberapa tahun karena faktor keamanan dan pandemi, pacuan kuda tradisional yang menjadi ikon budaya Dataran Tinggi Gayo kembali dihidupkan pada akhir pekan lalu. Acara berlangsung di lapangan terbuka desa Gayo Lues, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, dan menarik perhatian ribuan penonton dari dalam dan luar provinsi.
Tradisi pacuan kuda Gayo bermula pada masa kolonial Belanda, ketika para penunggang kuda suku Gayo mengadakan perlombaan untuk menguji kecepatan, keberanian, dan keterampilan menunggang. Seiring berjalannya waktu, lomba ini menjadi bagian penting dalam upacara adat, perayaan panen, serta ajang silaturahmi antar desa.
Pada edisi kali ini, penyelenggara menekankan upaya pelestarian nilai budaya sekaligus mengintegrasikan elemen wisata. Beberapa poin penting yang menjadi sorotan:
- Jadwal lomba: Lomba utama dimulai pukul 09.00 WIB, diikuti dengan pertunjukan musik tradisional Gayo pada sore hari.
- Peserta: Lebih dari 30 penunggang kuda dari 12 desa Gayo, masing-masing membawa kuda poni berwarna coklat, hitam, dan putih.
- Penghargaan: Pemenang utama memperoleh trofi perak, sementara tiga penunggang teratas menerima hadiah uang tunai dan sertifikat penghargaan.
- Dukungan pemerintah: Gubernur Aceh beserta dinas kebudayaan memberikan dukungan logistik, keamanan, serta promosi media massa.
- Keikutsertaan wisatawan: Sekitar 500 wisatawan lokal dan mancanegara terdaftar dalam paket tur budaya yang mencakup kunjungan ke rumah adat, workshop tenun, dan kuliner khas Gayo.
Panitia juga menambahkan sesi edukasi mengenai cara perawatan kuda tradisional, pentingnya pelestarian hewan lokal, serta nilai moral yang terkandung dalam semangat sportifitas. Penonton dapat menyaksikan langsung teknik menunggang yang melibatkan kontrol keseimbangan, penggunaan cambuk tradisional, dan koordinasi tim pendukung.
Acara ini diharapkan dapat menjadi momentum revitalisasi budaya Gayo serta meningkatkan ekonomi kreatif daerah melalui peningkatan kunjungan wisatawan. Dengan antusiasme tinggi, para penonton memberikan aplaus meriah, menandakan keberhasilan kembali diadakannya pacuan kuda tradisional yang telah lama dinantikan.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet