Otoritas Israel Kesal Ada Aktivitas Militer AS di Bandara Ben Gurion
Otoritas Israel Kesal Ada Aktivitas Militer AS di Bandara Ben Gurion

Otoritas Israel Kesal Ada Aktivitas Militer AS di Bandara Ben Gurion

LintasWarganet.com – 14 Mei 2026 | Otoritas Penerbangan Sipil Israel (CAA) menyampaikan rasa keberatan yang kuat setelah diketahui adanya kehadiran personel militer Amerika Serikat di Bandara Internasional Ben Gurion, Tel Aviv. Menurut CAA, kegiatan tersebut dilakukan tanpa koordinasi resmi dan dianggap melanggar kedaulatan serta prosedur keamanan bandara.

Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Rabu, CAA menegaskan bahwa bandara Ben Gurion adalah fasilitas sipil yang dikelola secara independen, dan setiap operasi militer harus melalui persetujuan tertulis dari otoritas setempat. Namun, CAA mengklaim bahwa personel militer AS melakukan aktivitas logistik dan inspeksi peralatan tanpa memberi tahu pihak bandara sebelumnya.

Berikut beberapa fakta utama yang diungkapkan oleh CAA:

  • Personel militer AS tiba di area kargo bandara pada tanggal 10 Mei 2024.
  • Aktivitas yang dilakukan mencakup inspeksi peralatan komunikasi dan transportasi logistik.
  • Tidak ada pemberitahuan resmi kepada CAA atau kementerian transportasi Israel.
  • CCA menuntut klarifikasi segera dan permintaan maaf resmi dari pihak Amerika Serikat.

Pihak pemerintah Israel menanggapi kejadian ini dengan serius. Menteri Transportasi Israel, Miri Regev, menyatakan bahwa Indonesia akan meninjau kembali semua kerja sama militer dengan Amerika Serikat untuk memastikan tidak ada pelanggaran kedaulatan di masa mendatang. Ia juga menambahkan bahwa Israel tetap berkomitmen pada hubungan strategis dengan AS, namun menegaskan pentingnya menghormati prosedur domestik.

Para analis keamanan menilai bahwa insiden ini dapat menimbulkan ketegangan diplomatik, terutama mengingat sensitivitas keamanan bandara Ben Gurion yang dianggap sebagai salah satu yang paling ketat di dunia. Mereka memperkirakan bahwa langkah selanjutnya kemungkinan besar melibatkan pertemuan tingkat tinggi antara pejabat Israel dan AS untuk menyepakati protokol operasional yang jelas.

Sejauh ini, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Tel Aviv belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan tersebut. Namun, sumber dalam lingkaran diplomatik mengindikasikan bahwa Washington akan menyelidiki kejadian ini dan berupaya memperbaiki komunikasi dengan otoritas Israel guna menghindari insiden serupa di masa depan.