LintasWarganet.com – 24 Juni 2026 | Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan kembali pada perdagangan Rabu (24 Juni) setelah munculnya sinyal positif terkait perjanjian damai antara Amerika Serikat dan Iran. Kemajuan negosiasi ini membuka kemungkinan kapal tanker dapat kembali melintasi Selat Hormuz tanpa hambatan, sehingga menurunkan kekhawatiran pasokan.
Beberapa faktor utama yang mendorong penurunan harga meliputi:
- Harapan akan stabilisasi pasokan minyak dari kawasan Teluk Persia.
- Pengurangan premi risiko geopolitik yang biasanya menambah harga.
- Peningkatan likuiditas di pasar berjangka minyak setelah laporan positif.
Data harga menunjukkan bahwa pada awal sesi perdagangan, Brent turun sekitar 1,2% menjadi US$78,50 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berakhir pada US$74,30 per barel, mencatat penurunan serupa. Penurunan ini menandai pergerakan terburuk sejak awal minggu ketika harga sempat naik akibat laporan ketegangan militer.
Para analis pasar energi menilai bahwa jika perjanjian damai dapat terwujud secara konkret, arus kapal tanker akan kembali normal, mengurangi tekanan pada pasokan dan menurunkan premi risiko lebih lanjut. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa volatilitas tetap tinggi karena faktor lain seperti kebijakan OPEC+ dan permintaan global yang masih dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi pasca‑pandemi.
Di sisi lain, produsen minyak nasional dan perusahaan energi multinasional mencatat keuntungan dari penurunan harga, karena biaya produksi relatif lebih rendah dibandingkan harga jual. Konsumen energi, khususnya industri transportasi dan penerbangan, diharapkan dapat merasakan manfaat dari biaya bahan bakar yang lebih murah.
Walaupun optimisme ini mengangkat harapan pasar, para pengamat menekankan perlunya konfirmasi lebih lanjut melalui langkah‑langkah diplomatik yang konkret, termasuk penandatanganan perjanjian resmi dan pengawasan bersama atas jalur pelayaran di Selat Hormuz.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet