Operasi Ketupat 2026 Sukses, Pengamat ITB sebut Dipengaruhi Penerapan Rekayasa Lalu Lintas yang Adaptif

LintasWarganet.com – 09 April 2026 | Operasi Ketupat 2026 yang digelar menjelang Hari Raya Idul Fitri berhasil dilaksanakan dengan lancar, sebagaimana diungkapkan oleh Sony Sulaksono, pengamat transportasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Keberhasilan ini dikaitkan dengan penerapan rekayasa lalu lintas yang adaptif, sebuah pendekatan baru dalam mengelola arus kendaraan selama periode mudik.

Beberapa indikator utama yang menandakan kelancaran mudik tahun ini antara lain:

  • Penurunan signifikan pada tingkat kecelakaan di jalur utama dibandingkan tahun sebelumnya.
  • Peningkatan kecepatan rata‑rata kendaraan hingga 15 % pada titik‑titik rawan kemacetan.
  • Pengurangan waktu tunggu di pos‑pos pemeriksaan hingga 30 % berkat sistem antrian dinamis.
  • Jumlah kendaraan yang berhasil melewati jalur utama sesuai target yang ditetapkan pemerintah.

Data yang dikumpulkan oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menunjukkan perbandingan kunci sebelum dan sesudah penerapan rekayasa lalu lintas adaptif:

Indikator 2025 2026
Kecelakaan fatal 1.240 842
Kecepatan rata‑rata (km/jam) 38 44
Waktu tunggu rata‑rata (menit) 12 8
Volume kendaraan (juta kendaraan) 8,5 9,0

Selain itu, pendekatan adaptif juga melibatkan kolaborasi dengan operator transportasi publik, yang menyediakan layanan shuttle khusus bagi penumpang di daerah dengan tingkat kepadatan tinggi. Hal ini membantu menurunkan beban kendaraan pribadi pada jam‑jam puncak.

Pengamat lain menilai bahwa keberhasilan Operasi Ketupat 2026 dapat menjadi model bagi operasi mudik selanjutnya, terutama jika teknologi serupa terus disempurnakan dan diintegrasikan dengan sistem manajemen bencana serta keamanan publik.